0

Dream Wedding?

Garden. Flowers as the decoration. A hand bouquet full of roses. Simple and elegant dress or modern kebaya. An elegant tuxedo. Pop-jazz music. One simple traditional dance for opening of the party. Kira-kira itu beberapa gambaran kalau ditanya soal dream wedding. Oh! Satu lagi. Tamu. Aku hanya mau bersalaman dengan orang-orang yang aku kenal atau (calon) suamiku kenal. Dengan kata lain, aku paling malas untuk beramah tamah dengan orang-orang yang tidak begitu kukenal di acara sepenting itu dalam hidupku.

Yap. Menikah adalah satu hal yang penting. Satu titik terpenting dalam hidup manusia, kurasa. Mengutip dari novel Critical Eleven milik Ika Natassa, menikah itu seperti menyeberang melewati jembatan, kemudian jembatannya dibakar. There’s no way back. Tidak ada jalan kembali menuju kehidupan sebelum kamu menikah. Bagiku, menikah adalah suatu hal yang sakral dan hanya akan terjadi sekali dalam hidupku. Menikah juga tidak semudah berkata “yes i do” ketika pria idamanmu memintamu menjadi teman hidupnya selamanya.

Baca lebih lanjut

Iklan
0

Random Love Story #1: Kamu Tak Pernah Ada dalam Rencanaku

RANDOM LOVE STORY 01Aku adalah tipe orang yang suka merencanakan segala sesuatu. Ketika terbangun dari tidurku, otakku ini otomatis memproses segala rancangan rencana setidaknya untuk sehari saja. Makanya, aku sangat benci dengan orang yang tidak pasti dalam berjanji karena itu sangat sangat merusak rencana. Dan aku sangat benci ketika rencanaku dirusak.

Baca lebih lanjut

0

Explore Malaysia Part 6: Kembali ke Tanah Air dengan Bahagia~

Akhirnya~ Tulisan pamungkas dari seri explore Malaysia terbit juga. Setelah berkutat dengan proposal skripsi yang rasanya gak jadi-jadi… Daripada saya stress sendiri. Mending nulis lainnya dulu deh. Melunasi hutang cerita jugak, karena hari terakhir gak kalah serunya. Heuheuheu.

Sabtu, 3 Desember 2016 adalah hari terakhir kami di Malaysia alias hari kepulangan ke Indonesia. Pesawatnya sore sih sebenernya, flight jam 15.15 dari KLIA2. Tapi… Dari malemnya kami udah hectic packing dan sebagainya, sampai pagi pun masih beres-beres beberapa barang. Sebagai seorang cewek, aku patut jumawa karena barang bawaanku nggak banyak. Huahahaha~ Meskipun aku ngerasa pas berangkat tuh bawaanku udah buanyaaaak bianget di koper. Eh, taunya~ 85% oleh-olehnya muat masuk situ:’) 15% sisanya masuk di tas belanjaan coklat di Chocolate Boutique di Central Market kemarinnya yang tasnya tuh bagus banget jadi gak malu gitu mau nenteng-nenteng wkwk.

Oknum dengan barang bawaan terbanyak adalah…

Baca lebih lanjut

0

Explore Malaysia Part 5: Pusing-Pusing Sebentar di Kuala Lumpur

Setelah hiatus sangaaaaaat lama karena harus KKN dan sebagainya, dengan cerita explore malaysia yang nanggung dan belum terselesaikan. Akhirnya saya kembali!! Yihiiiii~

Kali ini aku bakal cerita tentang hari kelima di Malaysia yang udah terjadi hampir setahun yang lalu yaitu pada hari Jumat, 2 Desember 2016. Ceritanya waktu itu, dosen-dosen kami akan silaturahmi ke rumah seorang guru besar Sastra Melayu dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Namun sebagai anak muda, kami-kami ini ingin main saja. Hehe~ Dan rasanya, kurang afdol kalau ke Malaysia tapi nggak ke Kuala Lumpur dan berfoto di depan Petronas Twin Towers. Jadi, akhirnya Prof Sharif pun meminta tolong salah satu mahasiswanya yaitu Bang Riduan untuk mengantar kami berempat dari Kajang ke Kuala Lumpur.

Baca lebih lanjut

0

#31 Minggu Terhectic!

Gila! Nggak kerasa ini laporan pamungkas saya ke Dewi Supraba:’) Sekaligus hari terakhir saya di bumi yang indah ini…

Terima kasih ya, gadis yang sudah rela kuikuti kesana-kemari sampai-sampai aku jadi ikut hectic sendiri sampai lupa laporan.

Semua laporan lengkap hari ini, termasuk hari-hari yang terlupa kubuat laporannya akan kulaporkan langsung ketika kembali ke Jonggring Saloka. Aku juga akan mengingat enam puluh ribu kapak Bang Wiro yang menjadi hukumanku karena alpa tiga hari.

Terima kasih untuk semuanya🙏

Terkhusus untuk gadis yang kuikuti selama ini…

Selamat menjalani minggu terhecticmu! 😉