0

[Music Review] R3HAB X F(Amber + Luna) – Wave: My K-EDM Eargasm!!

                Hari itu, gue iseng buka Youtube dan liat stream dari salah satu akun yang gue subscribe yaitu SM TOWN. Rasanya gatau kenapa gue kangen banget nget nget sama KPOP. It’s been a very long time, tho! Gue liat update-update terbaru artis-artis SM yang semakin gue ga ngerti. Ada NCT U—yang sebenernya gue ngefans tapi kesel banget karena SM gak men-debut-kan beberapa dedek yang jadi biasku KHA—terus ada juga artis-artis solo yang rilis single dengan SM STATION.

                Sampe akhirnya… Gue berhenti di satu video…

                Judulnya begini: [STATION] R3hab X f(AMBER+LUNA)_Wave_Music Video

               Gue panik. Panik banget. Buru-buru klik tombol play dan mantengin videonya sampe mau mampus. Rasanya mau nangis. Gue akhirnya bisa menikmati EDM yang dinyanyiin sama dua artis SM favorit sepanjang masa… Amber sama Luna dari girl group F(X).

Amber-Luna-Wave-SM-Station-ScreaM-Records.jpg

R3hab X Amber and Luna of f(x) – Wave

Genre: EDM, progressive house | Tanggal rilis: 5 Mei 2016 | Singer: Amber, Luna, R3hab | Records: ScreaM Records (SM’s New EDM labels)

 

                Dari segi lagu, kemampuan R3hab sebagai DJ dan produser musik udah nggak bisa diraguin lagi. Udah banyak banget track keren yang dia bikin. Bahkan lagunya Taylor Swift yang Wildest Dream pun diremix sama R3hab dan itu jadi thousand times better gitu loh! Harus dengerin dari menit 1:16 naik naik terus sampe 1:23 dan BOOM! Pecah abis!! Apalagi setelah menit ke 2:41… Beuh!! Kebangetan kalo ga joget! Gue suka banget part itu!

                Dari sisi Amber sama Luna sendiri… Menurut gue tepat banget lah nih dua orang kolaborasi sama R3hab. Progressive house-nya R3hab itu kan emang yang rada slow di awal dan naik pelan dan gatau kenapa aku bisa dapet feel-nya banget kalo musik yang dibikin R3hab tu pas banget sama tipikal suara Amber sama Luna. Perpaduan suaranya Amber agak bass dikit sama Luna yang lembut banget dan keduanya punya suara yang bulat dan powerful bener-bener cocok sama lagu ini.

                Image Amber dan Luna gak tau kenapa udah dapet banget lah. Mereka kayaknya paling cocok buat sub-unit berdua, dan kayaknya mereka berdua cocok banget buat ngebawain track EDM. Dari sisi music video, aku seneng banget liatnya. Antara animasi super hero ala ala gitu, terus ada juga nampilin berbagai macem orang Korea berbagai usia mulai dari anak-anak, mbak-mbak hits, ahjumma-ahjumma sampe ahjussi-ahjussi gitu~ Semuanya joget dan menikmati musik Wave yang dibawain sama R3hab dan Amber sama Luna.

                Dari segi lirik pun cukup menyenangkan. Wave punya lirik lagu yang positif banget dan bikin gue senyum-senyum sendiri. Huhu. Yang jelas gue sangat menikmati lagu Wave ini. And I’m super excited bcs Kpop and EDM are my favorite genres. Dan dua-duanya bisa gue nikmatin bareng-bareng. DOUBLE EARGASM!!!!

                Anyway, selain duet Amber+Luna sama R3hab, sebenernya lagu Wave ini juga dibikin versi lainnya yaitu duet Amber+Luna sama Xavi & Gi. Dari kedua versi itu, menurut gue semuanya asik, ear catchy, dan bikin joget semua. Cuma gue masih ngerasa bikinan R3hab yang lebih smooth sih. Hehe. Atau karena R3hab emang salah satu DJ favorit gue aja kali yak? Wkw.

artworks-000161545002-4pflog-t500x500

My lovely triplets wqwq: Luna, R3hab, Amber ❤

                Overall, I give 8.5 from 10 for this song! Gue berharaaaaap banget ScreaM Records buruan rilis track-track EDM yang lain biar gue buruan punya sweet escape kalo lagi stres. WKWKW.

0

Art|Jog|8 Infinity In Flux 2015: Cerita Saya Mengapresiasi Seni

ArtJog 8 bertema Infinity In Flux di tahun 2015. Awalnya, saya bahkan tak berpikir sempat datang. Namun, akhirnya saya datang juga kemarin (28/6) di detik-detik terakhir penutupan, jam-jam terakhir lebih tepatnya. Betapa deadliner-nya saya ini, Boi!

Setelah kebingungan nyari partner nge-ArtJog akhirnya ditemukanlah seorang kakak tingkat baik hati yang selo dan deadliner akut serta belum ke ArtJog dan berminat kesana. Berangkatlah kita malam-malam sekitar jam 8an menuju venue yaitu Taman Budaya Yogyakarta…

Baca lebih lanjut

0

D-7: Puncak Tertinggi dari Sebuah Cinta Adalah Kerelaan

Terima kasih, malam puncak Etnika Fest: Elegi Sang Singo Barong, karena sudah membuat saya baper…

Malam ini, aku dan beberapa temanku pergi ke Taman Budaya Yogyakarta untuk melihat acara ini…
Sebuah drama tentang legenda terciptanya Reog Ponorogo.
Sebuah cerita antara cinta Dewi Sanggalangit dari Kediri, Raja Singo Barong dari Lodhaya, dan Prabu Kelana Sewandana dari Bantarangin.
Sebuah cerita yang berakhir tragis bagi Singo Barong yang raganya harus bersatu dengan merak…
Demi cintanya, demi Dewi Sanggalangit pujaannya…

Bagi sang Singo Barong…
Puncak tertinggi dari sebuah cinta adalah kerelaan…

Sulit memang.
Namun, begitu lah adanya…
Haruskah ku menjadi layaknya Singo Barong?
Yang mencapai puncak tertinggi sebuah cinta dengan kerelaan? Merelakanmu dalam rengkuhan takdirmu? Tanpa kutahu entah kemana kau bermuara?

Entah lah…
Ku hanya bisa berdoa…
Semoga kerelaanku akan takdirmu berujung pada takdir yang sama denganku…

Sekali lagi, terima kasih fakultas tetangga, Fakultas Ilmu Budaya UGM atas dramanya, Elegi Sang Singo Barong yang baper tiada tara….

Salam baper :’)

0

D-5: Menyapa Yogya

Sesungguhnya ini bukan cerita hari ini…

Sabtu siang aku dilanda kebimbangan. Pesan singkat dari dirmawa dan sebaris chat dari kakakku lah penyebabnya. Satu pesan membawa kabar gembira yaitu aku mendapat kesempatan melihat Mata Najwa. Pesan lainnya memintaku menemani kakakku yang notabene lama tak bersua untuk menemaninya pergi ke suatu tempat.

Lama bergulat dengan pemikiranku, kuputuskan menghadiri undangan dirmawa, melihat idolaku, anchor kenamaan Indonesia-Najwa Shihab dengan segala resikonya. Resiko aku kehilangan kesempatan curhat super-lama dengan kakakku. Resiko aku berangkat sendirian. Resiko aku jadi ‘anak hilang’ saat menghadiri Mata Najwa yang diselenggarakan di Benteng Vredeburg lantaran tak ada satupun temanku yang mendapatkan tiketnya.

Sendirian aku berangkat. Akhirnya kuputuskan parkir di selatan Pasar Beringharjo. Baru saja kuparkirkan motorku, Tuhan rupanya berbaik hati padaku. Aku bertemu dua kakak kelasku semasa SMA, mas Ardhano dan mas Adhi yang kini kuliah di Sosiologi dan Vokasi. Akhirnya mereka berbaik hati membawaku ikut serta dalam rombongan mereka.

Usai menukarkan tiket, kami bertiga menanti waktu open gate. Kami memutuskan duduk-duduk cantik di akar pohon besar di sela hamparan rerumputan dekat Monumen Serangan Oemoem 1 Maret. Aku mendapati senja yang menyenangkan disini. Berbincang ringan dengan dua teman lama, menghirup aroma senja, melihat hamparan rerumputan kehijauan, menyaksikan beberapa keluarga kecil bersantai menikmati waktu bersama, menyapa sore di Yogya dengan cara sederhana namun berbeda. Ah. Inilah konsep yang kubayangkan tentang sebuah taman kota! Yang sayangnya tak dimiliki Yogyakarta… Dan sayangnya lagi, pelataran Monumen SO ini pun tak selalu terbuka…

Gerbang akhirnya dibuka. Alhamdulillah. Rejeki anak sholeh sholeha, disana dapet angkringan gratis. Makan sampai kenyang. Akhirnya duduk lah kami bertiga di kiri panggung. Sampai akhirnya acara dibuka oleh Cak Lontong dengan survei-survei kampretnya. Dilanjutkan penampilan dari para juara olah vokal FLS2N, penampilan Tari Golek Ayun-Ayun, hingga akhirnya acara dibuka.

Oh… Rupanya…
Mata Najwa on Stage kali ini berkenaan dengan Hardiknas dan OSN yang kali ini perhelatannya diselenggarakan di (yang katanya) kota Pelajar, Yogyakarta. Mbak Najwa Shihab tampil cantik dengan atasan hitam dan rok merah dengan rambut dikuncir. Ia menyambut ketiga narasumber malam itu mendikbud, menkominfo, dan menakertrans. Mata Najwa malam itu diawali dengan gerakan Indonesia Menyala.

image

This is my ticket!

Setelah itu, terdapat segmen berbeda yang mengundang anak SMAN 3 Yogyakarta yang melaporkan kebocoran soal UN Matematika. Kemudian dilanjutkan segmen berikutnya dengan seorang juara OSN Astronomi dan OSN Matematika yang sukses membuatku merasa semacam ceceran risol mayo yang tinggal dilap. Sang juara OSN Matematika pun berhasil membuatku gagal move on dari pengalaman pahit jaman SMA. Dimana aku lolos seleksi OSN Matematika Kota Yogyakarta dan berhasil maju sampai tingkat provinsi, namun mengalami epic fail yang luar biasa karena soal-soalnya yang naudzubillah susahnya.

Alhamdulillah, setelah terkena mental block datanglah hiburan. Lumayan bisa sing along lagunya Kla Project yang berjudul Yogyakarta sama penyanyi aslinya, Pak Katon Bagaskara yang sudah nampak tua namun masih tamvan luar biasa. Overall Mata Najwa kali ini nggak se-fail yang waktu di GSP kerjasama dengan KPK. Lumayan pecah lah…

image

Lumayan lah~

Usai menikmati Mata Najwa, mas Ardhano mengajak kami menikmati malam minggu di titik teramai kota sendiri. Ya. Jujur saja, aku belum pernah menyapa Yogya dari titik 0 km. Apalagi di kala Sabtu malam. Kami menerobos lautan manusia beraneka rupa. Melihat apa saja yang terjaja. Berfoto dengan ‘hantu-hantu’ ala Indonesia, ular-ular beraneka jenis, burung hantu ukuran besar dan kecil, serta manusia-manusia berkostum upin ipin, marsha and the bear, doraemon, dan sebagainya. Kotaku aneh-aneh saja.

Batal mendapat tempat fancy untuk nongki, kami memutuskan untuk membelah lautan manusia lagi dan kembali. Kembali ke tempat dimana aku memarkirkan motorku, dan mereka memarkirkan motor mereka. Usai bertemu mas Revo (nama motorku,-red), aku membelah jalanan lagi untuk pulang ke rumah. Melewati lautan kendaraan yang memenuhi ruas jalan. Setidaknya dengan senyuman…

Aku akhirnya berhasil menyapa Yogya dengan cara yang berbeda 🙂

*ps bonus selfie, maaf gelap soalnya di samping panggung dan udah malem. Abaikan mas-mas sebelah saya yang ikutan kefoto

image

Trio-Gasengaja-Ketemu (Wita, Mas Adhi, Mas Dhano)

0

D-1: Agak Gloomy Ya?

Halo!
Welcome to the raw diamond 😀
Selamat datang buat yang baru pertama kali berkunjung, selamat datang kembali buat yang sudah pernah mampir~

Tahun ini, aku ikutan 31 Hari Menulis yang diadakan oleh anak-anak Komunikasi UGM, biar gaul. Dan berhubung ada sesuatu yg lagi lumayan hot macam zuppa soup yang baru keluar dari oven yaudah mari diceritakan…

Jadi gini, udah pernah baca posting sebelumnya tentang temenku yang namanya Pittra Amrullah yang ibunya meninggal? Kalau belum sini kuceritain…

Baca lebih lanjut

1

Terjawabnya Deg-Degan #1

Alhamdulillah.

Itu adalah satu-satunya kata yang bisa mewakili semuanya buatku. Kata-kata sebagai jawaban dari rasa deg-degan berhari-hari yang membuatku stress tanpa kusadari. Jawaban dari kegelisahan yang membuatku males makan berhari-hari, dan pengen minum es terus berhari-hari #halah

Tapi, alhamdulillah…

Deg-deganku terbayar sudah. Alhamdulillah, nilai UN yang kutunggu-tunggu out of expectation 🙂 Ujian dimana aku sedikit pesimis, dan banyak soal yang menurutku sangat sulit~ Alhamdulillah hasilnya menembus angka 51,20; angka yang tak pernah terpikirkan berhubung soal Ujian Nasionalku berstandar internasional. Otomatis aku juga akan memenuhi nadzarku setelah ini… Hehe.

Meski nilai UN-ku tak jadi yang nomer satu di sekolah, tak masalah 🙂 Toh nilai dengan rata-rata 8,53 itu merupakan hasil belajarku tanpa mengikuti bimbel manapun. Jadi, aku merasa sangat bersyukur 🙂 And, congratulation to Evi Setiani Lande for having the highest score this National Exam 😉

Alhamdulillah (lagi)…

Nilai akhirku yang 52,50 bisa menjadi juara 3 di sekolah. That’s something that I never imagined before~ Thanks God!! 🙂

Thanks for my super mom, my annoying but lovely little brother, family, friends, my brothers-wannabe, daaan semuanyaa aja yang sudah membantu doa 🙂 I love you! hihi

Last but not least~

Ini baru terjawabnya deg-degan part one~

Masih ada part 2, besok 27 Mei 2014 🙂 And I wish, that’ll be a good news too 🙂

Aamiin 🙂

0

Amburadulnya #WallsIceCreamDay Yogyakarta dari Kacamata Saya

Sebelumnya saya ingin meminta maaf apabila nanti banyak pihak akan saya singgung. Saya sendiri juga menyadari sepenuhnya bahwa saya manusia yang tak luput dari kesalahan seperti Anda semuanya. Hanya saja, semoga tulisan saya ini bermanfaat sebagai self reflection bagi saya, teman-teman, masyarakat Yogyakarta, dan panitia dari #WallsIceCreamDay Yogyakarta.

Baca lebih lanjut