0

Liputan Pinasthika Creative Festival XVIII 2017

Sabtu, 16 Desember 2017 bisa jadi menjadi hari yang super menyenangkan buatku. Hari itu adalah hari kedua Pinasthika Creative Festival XVIII 2017 dimana ada menu Creative Seminar dan aku bertugas untuk liputan. Heheu. Kali ini bukan liputan dari JIZ FM, tapi dari KRJogja.com. Dimana aku berkewajiban untuk menulis berita, gak cuma posting-posting instastories atau media sosial aja. Hoho. Jadi setelah sekian lama vakum nulis, aku harus nulis lagi. Heuheu.

Jadi kemarin yang aku tulis adalah sesi seminar yang diawali dengan presentasi finalis Adstudent, dilanjut temu juri dari kategori Graphic Designer, Young Graphic Designer, juri Baskara, dan juri Bawana. Nah, setelah presentasinya kelar dan acara temu jurinya juga udah kelar, langsung deh masuk ke seminar. Dimulai dari seminar yang diisi oleh mbak Lucy Novita dari Kaskus, terus mas Diki Satya dari Go-Jek Indonesia.

Selain itu ada juga seminar yang diisi oleh founder dari Brodo dan Warunk Upnormal. Tapi keduanya itu bukan jatahku sih yang liputan. Jadi aku duduk manis aja nonton seminarnya. Wkwkwk. Dilanjut sesi terakhir itu sesinya Mr. Chow Kok Keong dari Hakuhodo Indonesia. Ngasih materinya pake bahasa Inggris, dan aku kejatah liputan lagi :”D Jadilah aku kudu pasang telinga ekstra karena bahasa inggrisnya agak aksen Tiongkok-Singapore gitu. Pelan sih ngomongnya, tapi ada beberapa kata yang seems unclear. Untungnya aku masih paham beliau ngomong apa. Wkwk.

Yang jelas, i was super happy. Setelah sekian lama ga nulis, ga nyangka banget tiba-tiba bisa langsung menghasilkan 7 tulisan :’)

Boleh langsung dibaca di link di bawah ini~ Tapi maaf ya kalo tulisannya jelek:’) Ada dua beritanya yg typo juga:’) hehe

Berita Pertama: Presentasi finalis Adstudent

Berita Kedua: Pembukaan Creative Seminar

Berita Ketiga: Temu Juri Graphic Design

Berita Keempat: Seminar Lucy Novita (Kaskus)

Berita Kelima:Β Seminar Diki Satya (Go-Jek Indonesia)

Berita Keenam: Temu Juri Baskara Bawana

Berita Ketujuh: Seminar Mr. Chow Kok Keong (Hakuhodo Indonesia)

Iklan
0

Explore Malaysia Part 3: Exploring Universiti Putra Malaysia Plus Finally We Got Time to Rest!

Halo halo!! Apa kabar?? Sehat?? Masih liburan?? Masih bahagia?? πŸ˜€ hehe

Selamat datang lagi di The Raw Diamond edisi EXPLORE MALAYSIA πŸ˜€ πŸ˜€

Part 3 gengs! Artinya, saatnya aku cerita hari ketigaku di Malaysia yaitu pada hari Rabu, 30 November 2016. So, let’s start the story!

Di hari ketiga ini, finally aku sarapan pake mie instan. Ahaha. Gitu aja finally ye? :’D Aku bikin Indomie Cup hasil beli kemarin waktu malem-malem di 7Eleven, dan menyadari kalo logistik kami buat sarapan kian menipis. Haduh:’) Akhirnya, setelah sarapan dan mandi dan siap-siap dan dandan cantik #aseek kami berempat plus dosen berempat pun dijemput pakai mobil van kampus itu. Hari Rabu ini, saatnya dosen-dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada buat diskusi, sharing, dan studi banding dengan pensyarah-pensyarah (dosen-dosen, Bahasa Melayu-red) dari Sastra Melayu Fakulti Bahasa Moderen dan Komunikasi Universiti Putra Malaysia. Kita dijemput sekitar jam 8an gitu deh…

Akhirnya, kita sampai di kampus FBMK UPM sekitar jam 9an kurang dan dosen-dosen langsung masuk ruang ISO untuk berdiskusi. Sementara itu, kak Asma, kak Sal dan kawan-kawannya (ada banyak banget jadi lupa siapa aja:’)) hehe) sudah siap buat mengantar kami keliling kampus. Tapi, sebelum itu si Zakiy kan emang gaboleh telat makan. Jadilah kita sarapan dulu di kantinnya FBMK UPM. Pagi itu, karena aku udah lumayan kenyang akhirnya aku cuma sarapan mie di kantin kampus. Mie kuning yang agak pedes gitu tambah bihun yang super enak plus air mineral ukuran kecil sekitar 330ml itu. Dan aku… Cuma habis… 2,5RM!!! Alamak! Sekitar 7-8ribu rupiah saja!! :’) Betapa bahagianyaa huhu :’D

Baca lebih lanjut

0

Peksimida Oh Peksimida!

Hola, readers!!

Apa kabar? Semoga baik-baik saja… Maafkan blog inactive ini :’) Posting terakhirnya aja bulan Mei :’)

Bukan karena apa-apa, hanya saja saya sedang disibukkan dengan persiapan itu tuh yang jadi judulnya yaitu Peksimida. Peksimida alias Pekan Seni Mahasiswa Daerah itu tuh semacam FLS2N tapi di tingkat mahasiswa. Jadi semacam pekan seni berisikan lomba kesenian (tari, lukis, nyanyi pop, nyanyi dangdut, monolog, baca puisi, dllsb) antar mahasiswa antar universitas di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kebetulan aku dipilih menjadi salah satu dari 7 orang yang menjadi tim tari UGM di ajang tersebut. Sumpah ya… Latihannya tuh bener-bener intens. Belum lagi aku punya kesibukan lainnya… Jadinya bener-bener gak sempet ngeblog sama sekali. Sampai akhirnya, tanggal 4 Agustus 2016 adalah puncak dari segalanya…

Baca lebih lanjut

2

The Philatelist and Money Collector

Selamat apa-saja dan selamat kapan-saja!

Tulisan ini adalah versi lengkap salah satu answer di akun media sosial ask.fm milikku. Ada seseorang yang bertanya tentang hobi lainku selain menari. Dan kujawab: FILATELI serta mengumpulkan uang baik mata uang Indonesia jaman baheula sampai agak baru atau mata uang asing.

This secret hobby began when I was in Elementary School.
Yep. Pas aku masih SD, masih ingusan pake seragam putih-merah, eh berani-beraninya gaya sok jadi filatelis. Akhirnya, hobi ini bener-bener cuma jadi secret hobby *tentunya sebelum aku publish di posting ini* yang terlantar dan terabaikan serta terlupakan.

Baca lebih lanjut

0

Art|Jog|8 Infinity In Flux 2015: Cerita Saya Mengapresiasi Seni

ArtJog 8 bertema Infinity In Flux di tahun 2015. Awalnya, saya bahkan tak berpikir sempat datang. Namun, akhirnya saya datang juga kemarin (28/6) di detik-detik terakhir penutupan, jam-jam terakhir lebih tepatnya. Betapa deadliner-nya saya ini, Boi!

Setelah kebingungan nyari partner nge-ArtJog akhirnya ditemukanlah seorang kakak tingkat baik hati yang selo dan deadliner akut serta belum ke ArtJog dan berminat kesana. Berangkatlah kita malam-malam sekitar jam 8an menuju venue yaitu Taman Budaya Yogyakarta…

Baca lebih lanjut

2

D-14: Seni Tari Klasik Gaya Yogyakarta dan Falsafahnya (Part 1)

Halo!

Kali ini, aku mau berbagi sesuai dengan pesanan salah satu temenku yaitu Rizal. Kebetulan emang udah dari lama pengen share  ini tapi belum kesampaian. Hari ini aku  bakal ngomongin tentang seni tari klasik gaya Yogyakarta dan beberapa falsafah yang terkandung di dalamnya. Karena banyak banget ini kayaknya bakalan dibagi menjadi beberapa bagian…

Baca lebih lanjut

0

D-13: Family Passion

Having a big family with highly cultural bounded is a great things

Bosan ya dengan ceritaku? Aku dan keluargaku yang serba-penari…
Tapi ga cuma itu sih. Keluargaku juga sangat sangat memegang teguh kebudayaan, bisa dibilang penggiat budaya lah…

Dosen Institut Seni Indonesia, guru tari di SMKI, guru tari di SMA, dan sebagainya. Bayangin ga sih kayak gimana diskusi-diskusi yang ada di keluargaku?

Yep. Ngomongin budaya, budaya, dan budaya. Seni, seni, dan seni. But I think that’s our passion, art and culture. Semuanya sibuk berlomba mengeluarkan insight tentang seni dan budaya. And it’s so fun!

Bahkan, ketika kita gabut pun kita berkesenian. Kalo ga nari ya main gamelan. Contohnya tadi… Kan aku adekku sama mbakku gabut, terus iseng aja main gamelan yang ada di rumah… Ujung-ujungnya masku, ibuku dan budheku ikutan gabung. Lumayan lah tadi main saron, mainin gendhing Agun-Agun dan Udan Mas. Meski bukan pro, at least bahagia lah ya bisa main saron demung sama bonang dikit-dikit :v Asique kan? :3

Family passion. Bagiku hal tersebut adalah satu hal yang gabisa dipungkiri. Meski aku mencoba sekuat tenaga buat sok sokan jadi anak IPA dengan jalan dulu bercita-cita jadi anak Teknik Nuklir, jatuhnya tetep aja jadi anak Komunikasi. Jatuhnya tetep aja jadi anak IPS, anak sosial-humaniora, tetep aja passion di seni budaya.

So, if you’re confused with your passion, try to look around your family. Who knows one of your family passion became your passion πŸ˜‰