0

Terjawabnya Deg-Degan #2

Alhamdulillah.

Aku bersyukur, lagi-lagi bisa mengatakan “alhamdulillah” tanggal 27 kemarin… Lagi-lagi, kata alhamdulillah menjawab semua keraguan. Kata itu lagi-lagi menjadi jawaban dari tidak-bisa-tidur-ku selama tiga hari.

Akhirnya, aku berhasil menjadi salah satu mahasiswi Universitas Gadjah Mada dan bisa lolos SNMPTN Undangan di prodi Ilmu Komunikasi ๐Ÿ™‚

Waktu itu, aku cuma sama adekku di rumah. Adekku lagi asik aja tuh main HP di kamar. Akunya nongton Hafalan Shalat Delisha sambil nyoba buka snmptn.ac.id yang leletnyaaa minta ampun. Waktu itu, udah banyak juga sih yang sms dan whatsapp kalo aku lolos. Tapi… Rasanya masih unbelieveable.

Akhirnya berhasil buka.. Masukin NISN dan tanggal lahir… Kemudian… Voila!

snmptn

 

Hosh! Nggak kerasa aku nangis. Nangis bahagia karena keterima dan mungkin gara-gara liat Hafalan Shalat Delisha #abaikan. Kebetulan waktu itu dua kakak sepupuku lagi ada di rumah, jadilah adekku, Mas Hardo, dan Mas Fendi adalah tiga orang pertama yang tahu hal ini… Hore kalian dapet piring cantik! :3 #abaikan

Thanks God. I’ve made my mom proud :’)

Thanks to my super-mom, super-annoying-little brother, my BIG family, friends, brothers-wannabe, dan tentunya teachers… Guru-guru di SMA Negeri 7 Yogyakarta atas ilmunya yang dilimpahkan dan diajarkan padaku, atas kesabaran dan dedikasinya mendidik kami.

Love you somuch! โค

PS:

Terima kasih banyak utk teman-teman angkatan 2014~ Kalian semua adalah kawan dan lawan yang menyenangkan. Selamat utk teman-teman yg juga lolos jalur undian #eh undangan. Semangaat untuk teman-teman yg masih mengikuti serangkaian test SBMPTN, UM, USM Stan, dan tes-tes lainnya ๐Ÿ™‚ Love you all! ๐Ÿ™‚

Iklan
1

Terjawabnya Deg-Degan #1

Alhamdulillah.

Itu adalah satu-satunya kata yang bisa mewakili semuanya buatku. Kata-kata sebagai jawaban dari rasa deg-degan berhari-hari yang membuatku stress tanpa kusadari. Jawaban dari kegelisahan yang membuatku males makan berhari-hari, dan pengen minum es terus berhari-hari #halah

Tapi, alhamdulillah…

Deg-deganku terbayar sudah. Alhamdulillah, nilai UN yang kutunggu-tunggu out of expectation ๐Ÿ™‚ Ujian dimana aku sedikit pesimis, dan banyak soal yang menurutku sangat sulit~ Alhamdulillah hasilnya menembus angka 51,20; angka yang tak pernah terpikirkan berhubung soal Ujian Nasionalku berstandar internasional. Otomatis aku juga akan memenuhi nadzarku setelah ini… Hehe.

Meski nilai UN-ku tak jadi yang nomer satu di sekolah, tak masalah ๐Ÿ™‚ Toh nilai dengan rata-rata 8,53 itu merupakan hasil belajarku tanpa mengikuti bimbel manapun. Jadi, aku merasa sangat bersyukur ๐Ÿ™‚ And, congratulation toย Evi Setiani Lande for having the highest score this National Exam ๐Ÿ˜‰

Alhamdulillah (lagi)…

Nilai akhirku yang 52,50 bisa menjadi juara 3 di sekolah. That’s something that I never imagined before~ Thanks God!! ๐Ÿ™‚

Thanks for my super mom, my annoying but lovely little brother, family, friends, my brothers-wannabe, daaan semuanyaa aja yang sudah membantu doa ๐Ÿ™‚ I love you! hihi

Last but not least~

Ini baru terjawabnya deg-degan part one~

Masih ada part 2, besok 27 Mei 2014 ๐Ÿ™‚ And I wish, that’ll be a good news too ๐Ÿ™‚

Aamiin ๐Ÿ™‚

1

Kriptografi? Apaan Sih?

Selamat Pagi, readers yang budiman ๐Ÿ™‚

Akhirnya, saya sudah resmi jadi pengacara alias pengangguran banyak acara. Kalo kata budhe saya sih sekarang saya udah jadi kayak semangka, glundhang-glundhung gak jelas. Hehehe. Tapi, nggak juga sih. Saya lebih suka disebut pengangguran banyak acara, biar kesannya nggak selo-selo amat gitu :p

Mari move on dari Ujian Nasional berstandar internasional PISA dan TIMSS. Mari lupakan sejenak, dan move on lah ke areal perkuliahan. Mungkin banyak dari readers yang budiman yang pengen melanjutkan di sekolah ikatan dinas. Kalo saya sih, karena menurut saya STIS dan STAN sudah terlalu mainstream #eh jadi saya lebih tertarik ke STSN (Sekolah Tinggi Sandi Negara).

Di sana ada jurusan Manajemen Persandian, dan Teknik Persandian (kalo ga salah) dengan 2 konsentrasi yaitu Teknik Rancang Bangun Sandi dan Teknik Kriptografi. Nah, mungkin banyak yang belum tahu tentang Kriptografi itu apaan, Wita mau kasih tau dikit setau Wita ๐Ÿ™‚

Ah iya mengenai pertama kali Wita kenal sama Kriptografi, itu adalah ketika baca novelnya pak Dan Brown yang The Da Vinci Code sama Digital Fortress. Di The Da Vinci Code, ada Sophie Neveu yang merupakan seorang kriptografer. Sementara, di Digital Fortress jelas itu menceritakan tentang NSA dan kriptografer-kriptografer kece di dalamnya, termasuk Susan Fletcher, sang kepala kriptografer. Jadi makin penasaran kriptografi itu apaan?

Baca lebih lanjut

0

Lagi Beda Keyakinan

UAS alias Ujian Akhir Semester. Materi numpuk, waktu yang bisa dibilang nggak cukup dan banyak faktor yang mungkin membuat kita nggak siap. Tapi, siap nggak siap UAS udah dijadwalkan, mau nggak mau kita harus melewatinya. Bahkan sampai sekarang sudah masuk hari ke-5.

Banyak dari kita yang mungkin udah tau sebagian hasil UAS beberapa mata pelajaran. Dan mungkin tak banyak memuaskan, justru cenderung mengecewakan. Nggak cuma kamu, aku juga. Kita mungkin sama-sama dalam posisi yang tak mengenakkan. Kelas 12, UNAS di depan mata, eh UAS aja nilai nggak mencapai target. Sedih?

Kalau kamu yang jawab nggak sedih, pasti ada sesuatu yang salah di kepala kamu. Mungkin kamu lelah~ Tapi buat kamu yang menjawab iya atau sedih, itu wajar. Hanya saja, jangan biarkan sedihmu berkepanjangan. Ingat, masih ada 2 hari lagi alias 4 mata pelajaran yang masih diujikan.

Kalau dari sudut pandangku, mungkin kita sama guru-guru lagi beda keyakinan aja. Guru-guru yakin kalau kita bisa, kitanya nggak yakin pas ngerjain ujian. Atau kalau kamu yakin ngerjain ujian, Tuhannya nggak yakin mau ngelurusin jawaban kamu karena mungkin kamunya kurang ibadah dan sedekah (?) Contohnya aku, kemarin pas Kimia aja udah mau ngejawab bener eh sama Sang Pemilik Hati dibelokin jadi salah.. Mungkin aku kurang berdoa :’) Atau mungkin juga kamu kurang usaha…

Mungkin guru-guru yakin soal yang beliau bikin bisa kita kerjakan, cukup mudah untuk kita pahami maksudnya, dan sejuta keyakinan lainnya. Tapi, ketika hasilnya menunjukkan yang sebaliknya? Ya… Mungkin itu tadi, lagi beda keyakinan aja…

So. For the next step, kita HARUS menyamakan keyakinan sama guru-guru kita. Kalau beliau-beliau yakin kita bisa, harusnya kita emang bisa! Kita harus yakin juga sama soal, sama guru kita, dan sama kemampuan kita.

Semangat, Seveners 014! Masih ada 2 hari lagi yang perlu diperjuangkan!

Ini. Tahun. Terakhir. Kita.
Jangan. Disia-siakan ๐Ÿ™‚

0

Bli Gondy!!

โ€œBli Gondyy!โ€ dan dia langsung menoleh. Namanya bukan itu sih. Tapi, Gias Chandra Mahardika. Dia sekelas denganku sejak kelas X. Dan sekarang kami sekelas lagi, di XI IPA 3 a.k.a Palu Class. Dia cukup tinggi, rambutnya ikal *atau mungkin keriting* dan dia berusaha untuk bisa berteman dengan semuanya. Seperti aku, dia sering ke sekolah naik sepeda. Padahal, rumahnya jelas lebih jauh dariku. Dia selalu mengenakan tas selempang.

Baca lebih lanjut