0

Dream Wedding?

Garden. Flowers as the decoration. A hand bouquet full of roses. Simple and elegant dress or modern kebaya. An elegant tuxedo. Pop-jazz music. One simple traditional dance for opening of the party. Kira-kira itu beberapa gambaran kalau ditanya soal dream wedding. Oh! Satu lagi. Tamu. Aku hanya mau bersalaman dengan orang-orang yang aku kenal atau (calon) suamiku kenal. Dengan kata lain, aku paling malas untuk beramah tamah dengan orang-orang yang tidak begitu kukenal di acara sepenting itu dalam hidupku.

Yap. Menikah adalah satu hal yang penting. Satu titik terpenting dalam hidup manusia, kurasa. Mengutip dari novel Critical Eleven milik Ika Natassa, menikah itu seperti menyeberang melewati jembatan, kemudian jembatannya dibakar. There’s no way back. Tidak ada jalan kembali menuju kehidupan sebelum kamu menikah. Bagiku, menikah adalah suatu hal yang sakral dan hanya akan terjadi sekali dalam hidupku. Menikah juga tidak semudah berkata “yes i do” ketika pria idamanmu memintamu menjadi teman hidupnya selamanya.

Baca lebih lanjut

Iklan
0

Pacar? Pacaran? Hmm~

Yhak. Balik lagi di blog random seorang random explorer.

Sebenernya sedih ya tiap kali blogging selalu curhat. Tapi tak apa ya? Semoga para readers yang budiman cukup bersabar :’)

Sesuai dengan judul kali ini, aku bakal bahas tentang Pacar dan Pacaran. Tapi ini bukan semacam press conference atau press release bahwa aku punya pacar baru, atau barusan kandas dalam mencintai seseorang #tsah, atau apalah yang kamu duga-duga. Tapi, aku mau menyuguhkan perspektifku dalam term Pacar dan Pacaran ini.

Sebagai latar belakang dituliskannya posting ini adalah karena umurku ternyata sudah 20 tahun. Udah kepala dua, bos! Udah kepala dua gini, udah mulai banyak emak-emak dan budhe-budhe dan segala kolega ibuku yang menanyakan “Mbak Wita sudah punya pacar belum?” yang selalu dijawab ibuku dengan kalimat “Belum.. Lha wong anaknya aja nggak jelas gitu,” dan berujung pada “Sama anakku aja po? Aku punya anak cowok udah blablabla,” dan ku tutup dengan seulas senyum kecut.

Jadi… Gimana ya? :’D

Baca lebih lanjut

0

Peksimida Oh Peksimida!

Hola, readers!!

Apa kabar? Semoga baik-baik saja… Maafkan blog inactive ini :’) Posting terakhirnya aja bulan Mei :’)

Bukan karena apa-apa, hanya saja saya sedang disibukkan dengan persiapan itu tuh yang jadi judulnya yaitu Peksimida. Peksimida alias Pekan Seni Mahasiswa Daerah itu tuh semacam FLS2N tapi di tingkat mahasiswa. Jadi semacam pekan seni berisikan lomba kesenian (tari, lukis, nyanyi pop, nyanyi dangdut, monolog, baca puisi, dllsb) antar mahasiswa antar universitas di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kebetulan aku dipilih menjadi salah satu dari 7 orang yang menjadi tim tari UGM di ajang tersebut. Sumpah ya… Latihannya tuh bener-bener intens. Belum lagi aku punya kesibukan lainnya… Jadinya bener-bener gak sempet ngeblog sama sekali. Sampai akhirnya, tanggal 4 Agustus 2016 adalah puncak dari segalanya…

Baca lebih lanjut

0

Loving or Being Loved?

I… of course… choose…

Loving 🙂

Mungkin ini adalah sebuah pertanyaan simpel yang dirasa bodoh. Namun, karena ada yang mempertanyakannya di ask.fm yah sebaiknya aku jawab di blog saja biar bisa lebih enak cerita-ceritanya…

Jadi ini alasanku, kenapa aku lebih memilih mencintai daripada dicintai…

Siapa sih yang gak suka dicintai? Disayangi? Dicintai, disayangi, berarti kamu diperhatikan. Kata orang, seorang perempuan akan lebih bisa ‘bertahan’ bila Ia bersama dengan orang yang mencintainya. Kata orang, seorang perempuan akan merasa lebih bahagia ketika Ia dicintai.

Entah kenapa… Aturan tersebut tidak berlaku bagiku…

Pernahkah kalian merasa bersalah?
Merasa berdosa karena ada orang yang teramat peduli padamu, teramat sayang padamu, bahkan mungkin mencintaimu… Tapi kamu tak bisa membalasnya sama sekali? Bahkan hanya sekedar untuk melegakan hatinya?

Aku pernah merasakannya dan itu sangat menyesakkan…
Seolah-olah aku sudah menyia-nyiakan sesuatu yang sangat berharga…
Sesuatu yang berharga yang diberikan untukku, namun aku bahkan tak bisa sekedar meliriknya karena hatiku tak merasa pas dengannya…

Inilah kenapa aku sedikit tak nyaman dengan konsep ‘being loved’
Aku lebih memilih mencintai…
Dengan mencintai, aku memiliki kekuatan, kekuatan untuk berjuang melewati hidup, sekeras apapun.
Dengan mencintai Ibuku, aku memiliki semangat dan kekuatan untuk terus belajar dan belajar serta membanggakan beliau…
Dengan mencintai Tuhan, aku memiliki kekuatan untuk terus mempercayai-Nya dan segala jalan yang Ia pilihkan untukku…
Dengan mencintai, aku menemukan alasan untuk terus berjuang dan berjuang meraih apa yang aku impikan demi hal yang aku cintai…
Dengan mencintai, aku memiliki harapan, harapan untuk terus hidup demi bertemu orang dan hal yang aku cintai…

Love gives you a power, and I do believe it…
Aku percaya, cinta memberikan kekuatan, meski cinta tak selalu berwujud hal-hal yang menyenangkan…
Dengan wujud kebahagiaan, mencintai berarti berharap, bersemangat, berusaha menampilkan diri yang terbaik demi yang tercinta…
Dengan wujud kesedihan, mencintai berarti belajar, berjuang, mencintai berarti mempelajari bagaimana menjadi seseorang yang lebih kuat, dan lebih kuat lagi…

Meskipun secara resmi aku sudah 3 tahun 3 bulan 3 hari menikmati kehidupan sebagai seorang ‘single’ namun hatiku selalu memiliki cinta dan aku selalu memilih untuk mencintai…
Aku mencintai Ibu dan keluargaku…
Aku mencintai Tuhanku dengan caraku…

Banyak orang yang bertanya-tanya, bagaimana bisa aku melewati waktu sekian lama sendirian?

Yah, sebenarnya, aku tak sendirian…
Aku selalu memiliki hal-hal yang kucintai, yang membantuku melewati kesendirian…
Aku yang mencintai dunia akademik sekaligus non-akademik masa SMA dengan segala kegiatan dan perlombaan, relasi pertemanan, dan mata pelajaran…
Aku yang mencintai Kpop dan segala pernak-pernik Dunia Per-Korea-an yang selalu menjadi pembangkit semangatku, penyuntik perjuanganku melewati hari yang sepi…
Aku yang mencintai EDM yang selalu menjadi teman dalam kesendirian…
Aku yang mencintai dunia tulis menulis yang menjadi saranaku bercerita tentang kehidupanku yang tak ada habisnya…
Aku yang mencintai dunia tari tradisional yang kadang menjadi mediaku untuk menekan emosiku dan terkadang menjadikanku merasa lebih anggun dari biasanya…

Dan sekarang…
Aku yang-kurasa-mencintai seseorang…
Aku tak peduli ia menganggapku apa…
Aku tak peduli ia tahu atau tidak tentang perasaanku…
Aku tak peduli selama ini apa yang ia pikirkan tentangku saat aku dan dia bercengkerama bersama…
Aku hanya butuh hatiku untuk setidaknya menyukai seseorang…
Agar aku memiliki kekuatan, harapan, dan semangat untuk menjalani kehidupan…
Agar jika seburuk-buruknya aku dan dia memang bukan jatahnya bersama, aku mampu kembali belajar untuk merelakan dan menempa diri menjadi lebih kuat dan lebih kuat lagi…

That’s why I choose loving than being loved…

4

Aku Mung Kangen Nulis Kok~

Halo~~
Ada yg kangen aku ga? Aku kangen nih… Kangen nulis…

Ini sebenernya adalah momen yang tepat buat nulis karena ada banyaak banget hal yg berkecamuk di pikiranku. Momen yang tepat karena ada banyak hal yang bisa dikomentari dan dinyinyiri serta dianalisis. Tapi kemageranku membuatku lelah dan tak tahu arah #halah Jadi maaf aku mau nulis tapi kayake kontennya embuh :v

Baca lebih lanjut

0

Is It My Fault If I’m Making Some Friends?

Hello, Diamonds! 🙂

          This is so… Shitty but true. This title. I know this is so long. What a long title. But, this is what I wanna talk about. This problem happens on me when I try to make some friends, with boy or let’s say man in college. Is it my fault if I’m making some friends?

          It really happens on me. Now, I’m single. I’m not so interesting in making any special relationship to anyone, though sometimes I feel so sick cause I don’t have anyone who care about me, sending some tiny but sweet messages like “udah makan belom?” “jangan lupa sholat” “jangan ujan-ujanan” “udah mandi?” “tugasnya udah kelar” etc, and I don’t have someone special who love me specially and give me special attention only for me *oh my God, girl is so greedy*

          Well. In this ‘single’ situation, I think it’s great to make some friends. Some friends, but different sexual identity. I’m a girl. And my friends are boys. I’m enjoying having two great man as my friends. First, someone who 2 years older than me. Second, someone who 3 years older than me. They’re older than me, so I have a bigger chance to share my story and sometimes my problems that I wish they can help me solve my problems. I’m enjoying hanging out with them. Altough I’m not hanging out with two people at the same time. But I enjoy every laugh we make, every story we share, everything.

           Suddenly, those sh*t gossip is coming. Rumor has it that I’m just a shitty player who date different man in every Path’s update *well this is not what they really say, but I really know deep in their heart they said I’m just like that*. Some of the gossipers just get confused with me. They ask my bestfriend about “who is the man I really like for sure?”

          And now. In this post. I’ll give you my answer, dude! My answer is I dunno. Yep. I dunno. I just don’t know how to love a man right now. I just know how to be a friend with them. I just wanna making friends. It’s true if sometimes I’m tweeting something like an unrequited love. But believe me, never trust my sh*t and random tweet. It’s a joke anyway. Sometimes it’s the real things happens in my life or real feelings of mine, but It’s not all about a man. It can be about a woman too, or family, or college friends, or old friends, or another people in my life.

          But, diamonds, I can’t lie. Sometimes, strange feeling is coming. Feels like one of those two people is special person in special time. But, it’s changing so fast from the first person to the second and back to the first then goes to the second again and repeated. That’s why I only can enjoy my time being their friends, their little sister. I’m not so brave to keep those strange feeling to one of them. Cause here, I don’t know what they think about me, why they start the conversation with me, what in their head, what in they heart, another reason to stay close to me, and the most important things I still can’t catch my deepest feeling.

So, lads, Is It My Fault If I’m Making Some Friends?

0

Rebuilding A New Spirit!

Hello!

          It’s been a long time. No. I mean not so long. Few days ago I’ve posted something rubbish. Aku tak terlalu menyesal meski tak terlalu puas juga. Bagiku, berbagi adalah hal yang penting. Entah itu berbagi masalah atau kebaikan, berbagi kesedihan maupun kebahagiaan. Bagiku, masalah dan kesedihan yang dibagi akan berkurang. Sementara kebaikan dan kebahagiaan yang dibagi akan menjadi dua kali lipat. Do you agree, readers?

          Today, I’ve just posted something on my instagram. And my caption is a quote from George Herbert. It said that “life is half spent before we know what it is“. And I added some of my opinion that life feels like an unpredictable adventure. Life never goes like your plan, I guess. Sometimes going better, sometimes going worse. Tapi, aku tak lantas membunuh sesuatu yang bernama impian. Hanya saja, hidup tak selalu berjalan sesuai rencana.

          Everything happens for a reason. Bagiku, Tuhan selalu memilihkan rencana terbaiknya untukku. Ada kalanya aku merasa dunia ini tak adil karena Ia terlalu banyak memberikan karang penghalang bagi jalanku. Ada kalanya aku merasa dunia ini tak adil karena aku memiliki kehidupan yang begitu berbeda dari yang lainnya. It’s a relieve that I have a Mom. She always reminds me to think that out there there’re so many people get jealous with my life, out there so many people have a worse life than mine.

          Akhir-akhir ini aku sering mempertanyakan keberadaanku di dunia. Kenapa aku masuk di Komunikasi UGM? Kenapa aku harus bertemu orang-orang itu? Kenapa begini? Kenapa begitu? Apalagi ketika mengetahui nilaiku yang dibawah ekspektasiku. I’m so damn confused. But now, I just have a faith. Sebuah kepercayaan bahwa Tuhan memilihkan Komunikasi UGM untukku karena aku mampu, karena aku akan mewujudkan mimpiku dan menjalani kehidupan dengan lebih baik berbekal ilmu dari jurusanku kali ini.

          Pain. Tear. Hurt. Sick. Fall. Dumbed. Annoyed. Stressed. Any negative things. I have to feel them first. Cause I know when I feel it, any single happiness would be like so super-huge. I’d try so damn hard to be the unique me, the only me. I’d find my speciality.

          As someone said to me in the past day, I’m like a raw diamond. Sangat berharga, namun masih mentah. Masih harus diasah. Segala jenis tempaan itu yang akan membentuk diriku. Dan aku ingin bersinar dan berkilau layaknya sebuah berlian. Berlian yang tak bisa sembarangan dipegang orang. Berlian yang begitu indah dan bernilai. Thanks anyway for those someone who told me this. Altough you just come like a thunder in a sky for few seconds to me, it means a lot!

          So, tonight. Among the hard rain and thunder in the sky. I’d like to tell you something. Tonight, I rebuild my spirit. I will be the new me. I will act like myself. I will use a lipstick if I want or throw it if I don’t want. I will use a skirt if I want or pants if I don’t want. I will dressed up in my own way. I will walk with my own feet. I will swing on left and right as long as I needed. Bahkan aku tak akan peduli bila aku sendiri di tengah keramaian. Aku hanya akan menjadi diriku sendiri dengan caraku. Menjadi aku yang terbaik. Bagi diriku, bagi Ibuku. Aku tak bisa berjanji menjadi yang terbaik bagi orang-orang di sekitarku, karena mereka berisik dan ingin aku menjadi bukan diriku. Aku hanya bisa menjanjikan mereka tak terganggu dengan sikapku. Pun jika mereka terganggu silakan kritik aku.

Good night 🙂

See you soon!