Questions

Hola! I’m back…

Maaf sempat hiatus lama dari dunia per-blog-an tanah air. And now, I’m going to discuss about “questions”.

Questions atau pertanyaan, bagiku adalah sebuah awal mula percakapan. Awal mula komunikasi berlangsung, mulai dari komunikasi intrapersonal hingga mungkin komunikasi massa. Believe it or not, semua jenis interaksi selalu berasal dari pertanyaan. Ketika kamu berkomunikasi dengan dirimu sendiri, pasti kamu sedang mempertanyakan sesuatu pada dirimu kan? Mempertanyakan hatimu mungkin? #eaa

Lanjut ke komunikasi interpersonal deh alias antar manusia. Meskipun kata pertama yang terlontar bukanlah kata tanya, namun setidaknya kata “Halo” kata “Hai” dan sejumlah komentar-komentar yang mengawalimu berbicara selalu berdasarkan pertanyaan. Yah seenggaknya sih kamu bertanya-tanya dalam hati tentang person yang ingin kamu ajak bicara kan? Berawal dari pertanyaan-pertanyaan penasaranmu pada orang itu, akhirnya kamu mengumpulkan keberanian untuk sekedar berkata “Hai” pada orang tersebut kan? Jadi lah kamu berkenalan dengan orang yang menarik hatimu untuk mempertanyakan sesuatu… #eaa

Lanjut deh ke komunikasi kelompok atau organisasi. Saat kamu join di suatu kelompok pertemanan (((kelompok pertemanan))) tertentu, kamu pasti setidaknya bertanya-tanya kan apa common interest yang ada biar main, ngumpul, nongki, sampai nggosip kalian jadi makin seru. Hayoo ngaku? Ehehe. Begitupun ketika kamu join di suatu organisasi tertentu. Komunikasi awal yang kamu jalin dengan organisasi itu selalu berawal dengan tanya seperti “Kapan open recruitment-nya?” dan ketika kamu akan bergabung pun kamu akan disambut dengan tanya seperti “Apa motivasimu gabung di organisasi X?” atau “Apa ekspektasimu terhadap organisasi Y?” “Apakah kamu gabung di organisasi Z karena cuma ada gebetanmu?” Ya kaan? #eaa

Berangkat ke konteks komunikasi yang lebih lanjut deh. Komunikasi publik atau retorika atau public speaking alias seni berbicara di depan umum. Setidaknya, sebelum kamu mulai berbicara di depan umum, kamu akan bertanya kan apa temanya? Siapa audiensnya? Pun ketika kamu mulai berbicara, dalam seni berbicara di depan umum ada baiknya kamu melibatkan audiensmu. Caranya bagaimana? Tentu dengan bertanya. Setuju tidaak? Setuju. Udah iya setuju aja. #lah Bertanya emang aspek yang sangat penting dalam komunikasi publik, biar kamu benar-benar siap dengan apa yang kamu komunikasikan. Kan kalau public speaking-nya keren terus tau-tau ada si abang yang liat kan kamu jadi keliatan keren. #eaa

Nah, terakhir nih. Komunikasi Massa alias komunikasi yang menggunakan media massa seperti koran, televisi, radio, etc. Komunikasi disini juga membutuhkan banget pertanyaan. Bahkan semua diawali dengan pertanyaan. Misalnya berita deh. Dari mana kamu dapet berita kalo mas mbak wartawan wartawati yang budiman itu nanya ke narasumber? Tuh kan. Selain itu, komunikasi dengan media interaktif alias new media semacam media sosial, blog, dan sebagainya juga membutuhkan pertanyaan. Terutama bagi kamu yang pengin tweet-nya ditanggapi oleh warga twitter dunia, ya kamu harus nanya. Atau kalau kamu mau bikin tweet atau status fenomenal ya silakan. Tapi kan tetep berawal dari tanya juga. Setidaknya kamu bertanya ke dirimu sendiri “Enaknya ngetweet apa ya buat ngode masnya?” “Enaknya ngepath gak ya siapa tau si abang mau nyusulin ke kafe ini?” #eaa

Kan. Bener kan. Questions are the opening of conversation and communications. Aku pribadi suka bertanya meskipun sebenarnya aku itu cuek. Aneh ya? Cuek tapi kepo. Sepertinya aku bisa menempatkan kepo dan cuek dengan skala prioritas tertentu deh. Ehehehe. Tapi, pun ketika aku cuek, sebenarnya aku juga mempertanyakan. Hanya saja kupertanyakan semuanya dalam hati, dan kemudian mengambil sikap bodo-amat karena mungkin hal itu tak terlalu urgent. Tak se-urgent ajakan main abang. #eaa *abang sopo sih Wit, single aja sok-sokan._.

But, today…

I’m already tired with those questions…

“Kenapa sih Wit kamu milih ini?” “Kenapa sih Wit milih itu?”

“Kenapa mau jadi ini?” “Kenapa nggak nyobain itu?” “Kenapa kamu nggak gini kayak si itu?”

“Kamu serius buat ini? Ini kan nggak kamu banget, Wit. Dari hati gak tuh?”

“Gimana Wit kamu sama mas *pip*?” “Eh, udah jadian belum sih sama mas *pip*?”

Lah…

Kok jadi curhat…

Ya intinya gitu deh.

Questions is important. But, make a selection and make sure you have a good and important question if you’re going to ask someone.

Don’t make people get bothered by questions you’re asking for…

Please filtered your questions, which is important which is rubbish which is only your curiousity or which is the things you really need to know?

Because, your quality of questions describe yourself.

 

Have a good day, fellas πŸ™‚

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s