0

#17 May Day?

May Day! May Day!

Begitulah orang-orang menyeru.

Lini masa media sosial gadis yang kuikuti penuh dengan berbagai gambar ucapan Selamat Hari Buruh; International Labour Day; May Day; dan teman-temannya.

Ah. Buruh dan majikan. Proletar dan borjuis. Karl Marx. Manusia dengan pemikiran yang begitu diikuti di dunia. Manusia yang dulu pernah kutemui semasa muda di tugas-tugasku terdahulu.

Tapi… Kali ini aku tidak akan membahas kisahku bertemu Karl Marx. Tidak. Aku ingin membuat kalian tetap menghidupkan Karl Marx sesuai bayangan kalian saja. Termasuk bayangan gadis yang kuikuti ini.

Aku hanya ingin mengomentari salah satu berita dimana tampak kobaran api disana dengan embel-embel kata “buruh” dan “unjuk rasa”. Kabarnya mereka membakar karangan bunga.

Aku hanya membingungkan satu hal.

Kenapa harus demostrasi sampai rusuh di hari buruh ketika bisa aksi damai saat May Day?

Iklan