#9 Asyik! Aku Melihat Gadis-Gadis yang Menari

Hari ini hari Minggu lagi.

Berbeda dengan seminggu yang lalu, gadis ini bangun pagi, bergegas mandi lalu mencari sarapan. Kemudian sudah duduk manis di depan cermin sembari memeluk gelungan dan sekotak besar berisi aneka macam jepit rambut. Di belakangnya, sang ibunda telah bersiap dengan sisir sasak dan hair spray di tangan. Setelah pergulatan yang cukup lama, jadilah sebuah sanggul di kepala gadis itu.

Kemudian, gadis itu menyambar selembar jarik kain batik bermotif parang kombinasi, kamisol hijau, serta kebaya brukat berwarna hijau segar. Tak lupa, gadis itu memoles wajahnya tipis, hampir tak terlihat sebenarnya. Tepat sebelum berangkat, Ia menyambar sampur yaitu sebuah selendang panjang untuk menari yang berwarna hijau pula.

Pelan, Ia mengemudikan sepeda motornya. Menjadi tontonan, sudah pastilah Ia. Catcalling “jeng… diajeng…” sering Ia terima. Namun Ia tersenyum saja, berusaha seanggun mungkin berkendara. Bukan demi apa-apa. Ia hanya takut sanggulnya melayang di udara.

Sampailah gadis itu di Kemagangan. Memasuki regol atau gerbang, Ia menuntun kendaraan cukup jauh untuk diparkirkan. Setelah itu, gadis itu menyimpan sandalnya di bawah motornya dan kemudian bertelanjang kaki, berjalan cukup jauh lagi menuju Bangsal Kasatriyan, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Beberapa orang memotretnya dari kejauhan, namun Ia tetap berjalan saja karena memang Ia cukup terburu.

Benar saja. Sampai di Bangsal Kasatriyan, belasan gadis belia telah naik ke atas pendapa dan melakukan ragam gerak kapang-kapang dalam Tari Sari Tunggal. Beruntungnya masih ada sekitar 5 orang yang bernasib sama seperti gadis itu, sedikit terlambat. Sehingga, usai kapang-kapang ketika penari lain telah duduk bersila lagi, mereka berenam naik ke atas pendapa untuk menari.

Seperti yang sudah kuduga, sebelum naik ke pendapa mereka akan nyembah terlebih dahulu dan sedikit berjongkok. Gadis itu segera mengincar barisan kedua agar bisa melihat ‘contekan’ dari depan, kiri, dan kanan. Katanya sih karena gadis yang kuikuti ini belum begitu hafal dengan Tari Sari Tunggal yang berdurasi sekitar setengah jam ini. Hmm…

Setengah jam, aku memandangi belasan gadis-gadis yang menari dengan anggunnya. Ah, indah sekali sang Dewi Supraba. Berkenan kah sang dewi untuk datang dan melihatnya? Mereka begitu cantik dan bersemangat, memiliki greget kalau menurutku. Banyak pemucal atau mudahnya guru yang dengan serius mengoreksi dan mengajari gadis-gadis muda ini. Termasuk gadis yang kuikuti yang sedari tadi dibenahi masalah tolehan, cethik, serta sedikit mengenai hafalan.

Usai Tari Sari Tunggal, gadis itu masuk ke dalam sebuah bilik bersama gadis lain berkebaya cokelat yang baru kuketahui bahwa perempuan itu adalah saudari gadis yang kuikuti. Di dalam bilik ternyata Ia mengisi presensi dan mendapat sekotak makanan ringan. Baru sebentar mengelap keringat yang bercucuran, beberapa pemucal sudah memanggilnya untuk mencuk alias latihan tanpa iringan sebentar untuk Tari Srimpi.

Dengan keris putri kecil yang memang khusus dibuat untuk latihan, Ia berkelompok dengan 3 gadis lainnya-yang salah satunya adalah saudarinya. Pas sekali. Ketika mencuk yang mereka lakukan telah usai, bertepatan pula dengan selesainya Tari Tayungan yang ditarikan oleh para lelaki di Bangsal Kasatriyan. Tak lama kemudian mereka berempat kembali naik ke pendapa.

Keempatnya memilih untuk menari di pinggir kiri. Lagi-lagi, para pemucal begitu semangat membenahi gadis-gadis ini. Seorang pemucal berkebaya hijau dengan konsisten mendampingi dan membenahi gadis yang kuikuti ini. Hmm. Indah ya proses pembelajaran ini? Gadis-gadis ini memiliki spirit yang begitu menyenangkan. Pun ketika mereka memainkan keris dengan lihai namun tetap gemulai. Ah, rasanya aku ingin ikut latihan!

Eh, sebenarnya bisa saja kan?

Toh mereka tidak bisa melihatku…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s