#5 Hasil Mengintip Kencan Semalam

Hai!

Ini adalah hari kelimaku di bumi, dan tiada yang paling menarik untuk kulaporkan kepada Sang Dewi Supraba selain hasil mengintip kencan sang gadis semalam.

Hmm. Sudah kubilang bukan? Seorang Luvia memiliki 1001 cara untuk tetap mengikuti gadis belia itu. Sehingga, semalam kuputuskan untuk tetap mengikutinya dari kejauhan. Gadis dan Masnya-begitu saja kusebutnya ya?-meluncur dengan kendaraan beroda dua memecah malam menuju sebuah gedung. Hmm. Agaknya gedung itu adalah gedung bioskop, seperti yang pernah kulihat di beberapa tugas sebelumku di dunia.

Mereka masuk ke dalam antrian yang mengular dan akhirnya membeli dua tiket film berjudul Fast & Furious 8 meski harus rela duduk di depan layar. Itu pun mereka harus menunggu sekitar 90 menit lagi. Hmm… Apa ya yang akan mereka lakukan?

Ah! Gadis itu tidak boleh melihatku! Bisa-bisa dia marah dan aku dapat hukuman dari Sang Dewi Supraba. Aku tak mau mencicipi kapak sakti Bang Wiro! Aku harus mengikutinya yang perlahan keluar dari gedung dan kembali memecah malam.

Ooh… Ternyata mereka mampir makan dulu. Mereka duduk berhadapan di sebuah warung yang menjual mie berkuah dengan taburan ayam yang terlihat begitu menggiurkan. Warung itu bertuliskan “Yamie Pathuk” sepertinya. Dari aromanya saja sudah cukup menggiurkan. Ah, tapi kan aku tidak bisa mendekat? Sial!

Setelah menghabiskan makan, mereka nampak berjalan memasuki gedung besar di sebelahnya yang menjajakan aneka pakaian, sepatu, tas, dan segala hal. Namun, mereka berhenti di satu konter cepat saji dan dalam sekejap mereka telah menikmati es krim. Ah, sial (lagi)!

Akhirnya mereka kembali ke gedung yang memutarkan film tadi karena agaknya 90 menit sudah hampir berlalu. Tanpa terlihat, aku masuk ke dalam teater dan bersembunyi. Kali ini, aku malas melihat aktivitas mereka berdua. Aku mau memanfaatkan momen gratisan ini saja, lah!

Ah iya! Aku pernah menonton seri sebelumnya! Seri dimana mereka mencuri mobil dari kereta dan merampok seorang mafia superkaya di kota kecil. Hm… Entah seri keberapa.

Dewi Supraba…

Film ini bagus sekali! Banyak adegan-adegan manipulasi yang tampak begitu nyata. Sampai-sampai, aku hampir lupa jika ini hanya fiksi saja.

Gusti Dewi…

Konflik yang terbangun dan jalinan cerita di kisah ini begitu indah. Terlihat menyedihkan dan menggeramkan di awal, namun memiliki akhir yang begitu mengharukan. Tentang cinta pada keluarga. Tentang keikhlasan menerima apapun kurangnya.

Duh, sang dewi…

Banyak yang ingin Luvia ceritakan pada Dewi Supraba. Tapi, sang dewi benci kan jika Luvia menceritakan detailnya? Hmm. Yang jelas, aku memberikan nilai 9,5 dari 10 untuk kisah fiksi bergerak ini.

Sang dewi…

Tontonlah dari Jonggring Saloka ya jika sempat?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s