0

#16 Bakti Kampus?

“Kamu ngapain sih pagi-pagi bawa serok?”

“Mau bakti kampus, Luvia…”

“Hah? Apaan tuh?”

“Yaa bersih-bersih gitu. Nyabutin rumput di sporthill terus nyapu-nyapu. Ya gitulah,”

“Esensinya apaan?”

*gadis mengedikkan bahu tanda tak tahu*

“Lah terus kenapa kamu ikutan kalo nggak tahu esensinya?”

“Soalnya… Kalo aku nggak ikutan nanti aku nggak bisa ikut KKN. Hehe,”

Ealah. Formalitas.

Iklan
0

#15 Selamat Hari Tari Sedunia

“Kamu nggak ke Solo?” tanyaku pagi ini pada gadis yang kuikuti.

“Eh, Luvia. Kamu nggak liat aku lagi siaran? Aku banyak tugas? Aku nggak punya duit?” gadis itu balik tanya.

Ah, sial! Lagi PMS nih orang! Yakin deh~

Tapi, memang hari ini sebenarnya jadi suatu hari yang menarik bagi orang-orang yang menggeluti dunia tari seperti gadis yang kuikuti ini. Pasalnya di Solo ada perhelatan 24 Jam Menari. Hmm.

Aku bisa melihat bahwa gadis ini sebenarnya sangat-sangat ingin untuk hadir. Cuma ya itu tadi. Siaran pagi. Kelompokan siang. Mengerjakan seabreg tugas di malam hari. Untungnya sore tadi Ia sempat menunaikan ibadah menarinya di sesi latihan. Dan ternyata itu sedikit memperbaiki suasanya hatinya yang kacau balau sejak pagi. Eh, sejak semalam ding!

Karena aku takut menanyai gadis itu lebih banyak, aku akan memilih diam hari ini. Gimana nggak takut? Kencan malam ini aja dibatalkan. Jalanan Yogyakarta yang supermacet di kala long weekend begini saja diumpat habis-habisan. Ya mending saya mlipir kan?

Duhelah. The power of PMS.

Untung aku dan penghuni Jonggring Saloka lainnya gak kenal PMS ya? Hehe.
*btw demi kebahagiaan hatinya gadis yang kuikuti, akan kusebarkan fotonya ahπŸ˜‚ selain itu…
HAPPY WORLD DANCE DAY! πŸ˜‰

0

#14 Selamat Hari Puisi Nasional!

Tahukah kamu?

Aku tak pernah meminta untuk terusir dari kayangan Sang Hyang Asmara…

Kegagalanku itu adalah satu-satunya penyesalanku…

Bukan karena aku terusir dari istana di atas awan sana…

Namun karena aku gagal menyatukan dua hati yang saling cinta di dunia…

Untungnya kini aku bertahan dengan kemurahan hati Jonggring Saloka…

Dengan Sang Hyang Bathara Guru yang membolehkan Dewi Supraba menugaskanku…

Turun bersama hujan, membawa keberkahan…

Dengan tiga puluh hari melihat kehidupan manusia…

Membantu sebisanya, belajar sebanyak-banyaknya…

Sampai jumpa hingga 17 hari lagi!

– Luvia –
*ps: ini puisi pertamaku di dunia. Hehe. Jelek ya? Gapapa dehπŸ˜‚

Selamat Hari Puisi Nasional!

0

#13 Glico Wings Frost Bite?

Halo!

Hari ini, aku menemukan sesuatu yang baru.

Dari setiap tugasku turun ke bumi, aku sering kali menemukan berbagai macam jenis kudapan. Salah satu kudapan kesukaanku adalah es krim. Sebagai suatu entitas yang turun bersama hujan, sensasi dingin dari es krim membuatku nyaman. Mungkin itu kali ya yang membuatku begitu menikmati jenis makanan bumi bernama es krim ini?

Saat aku turun di dunia pada dua tugasku sebelumnya, aku mencicipi suatu es krim dengan logo merah berbentuk hati. Rupanya nama mereknya adalah Walls. Kata Sonia, gadis yang kuikuti dulu kala aku bertugas di lain waktu, itu adalah es krim terbaik di negerinya.

Nah!

Kali ini. Di hari ketigabelasku ada di bumi, gadis yang kuikuti menunjukkan padaku bahwa ada es krim lain yang juga tak kalah nikmatnya. Glico Wings Frost Bite. Begitu lah Ia disebut.

Siang yang panas ini membuat gadis itu membeli 2 varian, meskipun memang dasarnya Ia penasaran dan memang berkewajiban menganalisis produk tersebut demi perkuliahan. Ia membeli Frost Bite cup rasa strawberry serta Frost Bite rasa pari pari. Aku pun berkesempatan mencicip sedikit.

Dan ternyata…

Enak banget!

Yang stroberi rasanya mirip seperti es krim strawberry sundae di gerai makanan cepat saji bernama KFC. Sementara rasa untuk varian pari-pari, vanilanya begitu creamy sedangkan chocolate layer-nya begitu renyah dan nikmat.

Hmm…

“Hei, boleh aku tahu berapa harganya?” tanyaku.

“Murah kok, Luvia. Masing-masing Rp4.000,00 saja,”

Alamak murahnya πŸ˜‚

0

#12 Surat Atas Nama Luvia

Hari ini, aku menemukan suatu surat.

Surat ini ditulis tangan oleh gadis itu, namun bertanda tangan olehku. Surat ini semacam bayangannya akan percakapan kami biasanya.

Biar saja lah…

Mungkin gadis itu lelah~

*eh kok foto suratnya miring ya? Hehe.

0

#11 Korsa Day?

Pagi ini, gadis yang kuikuti terburu-buru sarapan. Meski begitu, ketika Ia mengecek ponselnya-sesuatu yang seperti Kaca Benggala versi mini-ritme keterburuannya berangsur mereda. Oh, rupanya tak jadi kelas ya? Pantas saja jadi santai begitu dianya!

Tapi tetap saja.

Pagi ini Ia ada janji mengantarkan kebaya. Belum lagi kumpul di kampus bersama kelompoknya.

Jadi, sama saja.

Gadis itu tetap mandi dengan tergesa, kemudian menyambar sebuah kemeja berbahan tebal berwarna abu-abu bertuliskan Ilmu Komunikasi di belakangnya. Hmm… Anehnya aku tak pernah melihat baju itu sebelumnya.

“Eh, kamu pakai baju apa sih itu?”

“Oh… Ini namanya Korsa, Luvia…”

“Korsa?” tanyaku meyakinkan. Ia mengangguk.

“Oh!! Aku semalam membacanya di akun Line milikmu! Kamu pakai baju itu karena… Korsa Day ya?” tebakku antusias.

“Kebetulan sih iya, Luvia. Alasan sebenarnya sih karena aku kehabisan baju gantiπŸ˜… Hehe,”

Alamak.

0

#10 Banyak Cerita, Tapi…

Hai!

Hari ini sebenarnya Luvia punya banyak cerita.

Tentang keindahan Pantai Glagah, Kulon Progo dan pemecah ombaknya…

Tentang nikmatnya sate kambing dan lelung alias gule balung alias gulai yang terbuat dari tulang sapi di Jodog, Bantul...

Tentang apik dan wagunya film Kartini, iya film tentang Gusti Kartini yang itu…

Sampai tentang latihan epik diiringi gamelan dari Tari Retno Asri yang dilakukan oleh gadis yang kuikuti…

Tapi, Gusti Dewi Supraba…

Luvia lagi nggak enak badan nih!

Lama tak bersua kawan-kawan yang turun menjadi bulir hujan, jadi Luvia kepanasan…

Luvia izin dulu ya, Sang Dewi Supraba? :’)