Pacar? Pacaran? Hmm~

Yhak. Balik lagi di blog random seorang random explorer.

Sebenernya sedih ya tiap kali blogging selalu curhat. Tapi tak apa ya? Semoga para readers yang budiman cukup bersabar :’)

Sesuai dengan judul kali ini, aku bakal bahas tentang Pacar dan Pacaran. Tapi ini bukan semacam press conference atau press release bahwa aku punya pacar baru, atau barusan kandas dalam mencintai seseorang #tsah, atau apalah yang kamu duga-duga. Tapi, aku mau menyuguhkan perspektifku dalam term Pacar dan Pacaran ini.

Sebagai latar belakang dituliskannya posting ini adalah karena umurku ternyata sudah 20 tahun. Udah kepala dua, bos! Udah kepala dua gini, udah mulai banyak emak-emak dan budhe-budhe dan segala kolega ibuku yang menanyakan “Mbak Wita sudah punya pacar belum?” yang selalu dijawab ibuku dengan kalimat “Belum.. Lha wong anaknya aja nggak jelas gitu,” dan berujung pada “Sama anakku aja po? Aku punya anak cowok udah blablabla,” dan ku tutup dengan seulas senyum kecut.

Jadi… Gimana ya? :’D

Awalnya aku cuek sih. Aku merasa hidupku masih so fine tanpa adanya seorang pacar. Yang penting aku deket sama cowok yang care sama hidupku dan cukup bisa membantuku meski gak bisa sering-sering. That’s enough. Toh aku memang punya segudang kegiatan dan kesibukan yang hampir nggak memungkinkan untuk sebuah konsep P-A-C-A-R-A-N.

Tapi… Di usia kepala dua ini, ada kalanya aku merasa begitu sepi. Di tengah-tengah capeknya siaran, organisasi, ngerjain tugas yang menggunung dan memanjang, nyempatin waktu buat hangout sama teman-teman, struggling kuliah yang jadwalnya sangat tidak menyenangkan, dan sebagainya, ada satu dua detik aku sendiri dan saat itu tiba-tiba semua kesibukan menguap gitu aja dan aku ngerasa sepi. Sendiri.

Ketika satu dua detik di hidup teman-temanku digunakan untuk tersenyum melihat jokes dari pacarnya, atau satu dua detik di hidup mereka digunakan untuk sekedar menyandarkan lelahnya ke pacarnya. Aku tersenyum menatap jokes receh akun instagram entah apa, dan aku cuma bisa menyandarkan lelahku dalam sujud. Yang mana keduanya bisa dilakukan juga oleh teman-temanku yang ber-pacar.

Rakus ya? Eh tapi kan itu sifat dasar manusia. Haha.

Jadi sebenernya gimana?

Kalau aku pribadi, sebenarnya aku mulai merasa butuh seseorang yang bisa jadi tempatku ‘pulang’ kalau lagi capek banget. Aku mulai merasa butuh seseorang buat berbagi dan saling peduli tentang hidup masing-masing. Aku mulai merasa butuh orang yang bisa tiba-tiba ku kirimi chat yang super random. Seseorang yang tiba-tiba aku curhati tanpa babibu dan gak enak hati. Seseorang yang memberikan perhatian pada aspek kecil dalam hidupku. Seseorang yang bisa kuperhatikan secara istimewa. Se simpel itu.

Tapi nggak simpel ding…

Aku nggak bisa tuh pacaran sama orang yang nggak bener-bener aku sayang. Dan percayalah… Kamu ketemu orang yang sayang sama kamu dan kamu juga sayang sama dia adalah sebuah anugerah Tuhan yang paling indah. Jadi jangan disia-siain ya :’)

Soalnya… Tiap kali aku had a crush ke seseorang, dianya nggak. Dan dari beberapa orang yang jelas-jelas sayang, jelas-jelas care, akunya gabisa bales perasaannya. Ini nyiksa banget. Bikin aku merasa jadi cewek paling jahat sedunia :’ Untungnya mereka bisa pergi dari aku dengan baik dan penuh keikhlasan :’) Kalo enggak kan saya tambah dosa hiks.

Mungkin ada readers yang juga temanku di dunia nyata, atau sekedar pernah baca tulisanku atau kepo media sosialku dan tampak aku seperti menunggu seseorang selama dua tahun.

Ya. Bener kok gais.

Akhirnya setelah dua tahun aku nggak ngerti bentuk hubungan apa itu, kejelasan pun mulai terkuak bahwa sebenarnya hubungan kami tak lebihnya sebuah pertemanan akrab dan kawan sharing. Hehe. Iya. Hehe. Akunya yang salah ya berarti karena baperin selama dua tahun? πŸ™‚ Gapapa. Selama ini cuma aku dan Tuhan yang tahu kok seberapa hati ini jatuh buat dia #ea #malahbaper.

Balik ke topik pacaran!

Sepertinya.. Saatnya saya membuka hati lagi. Belajar menerima orang lagi. Tapi mau gimana juga trauma putus 4 tahun lalu bikin aku jadi orang yang terlalu selektif sih ya. Wkwk. Yasudahlah. Yang penting usaha kan ya?

Sebenernya juga…

Arti pacaran buatku nggak seribet orang-orang kok. Siapapun yang jadi pacarku… Gak harus melapor 24/7 dengan 5W + 1 H ke aku setiap saat kok. Gak harus nemenin aku kemana-mana setiap hari kok, aku juga bisa naik motor sendiri dan kesibukanku yang banyak plus mobilitasku yang tinggi bakal tidak memungkinkan banget buat dianter kesana kesini. Gak harus setiap kali aku pentas dateng, tapi seselonya aja. Gak harus juga kemana-mana nempel berdua macem amplop sama perangko. Gak harus bantuin aku ngerjain tugasku, wong aku bisa ngerjain sendiri. Gak harus anter jemput aku kemana-mana. Gak harus ketemu setiap Malem Minggu, yakali nanti tekor tuh duit. Gak harus ngasih kado tiap month anniversary. Gak harus beliin aku ini itu. Bahkan, kalau makan pun gak harus nraktir aku terus-terusan.

Aku cuma butuh orang yang jelas sayang aku dan aku sayang #ea. Cuma butuh orang yang bisa membantu memotivasi, nguatin kalo lagi down, ngehibur kalo lagi sedih, rela dapet curhat atau chat yang random secara tiba-tiba. Yang kadang-kadang nongol kalo aku lagi pentas dimana seselonya. Pacar dan pacaran itu istilahnya jadi apa ya…ayem-ayem. Ayem-ayem tuh bisa dibilang sebagai…hm…semacam penenang gitu kali ya. Soalnya jujur aja, kepala dua gini tingkat insecurity dalam diri nambah berkali-kali :’)

Simpel kan jobdesk pacar Wita?

Iyalah simpel.

Yang gak simpel nyarinya itu :’) wkwkwk

So!

Intinya. Pacar dan pacaran bagi manusia yang mulai memasuki kepala dua memang bukan hal yang wajib atau fardhu ‘ain begitulah. Tapi, kalau ada dua term itu setidaknya bakal ngerasa lebih tenang.

Ya ga sih?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s