Peksimida Oh Peksimida!

Hola, readers!!

Apa kabar? Semoga baik-baik saja… Maafkan blog inactive ini :’) Posting terakhirnya aja bulan Mei :’)

Bukan karena apa-apa, hanya saja saya sedang disibukkan dengan persiapan itu tuh yang jadi judulnya yaitu Peksimida. Peksimida alias Pekan Seni Mahasiswa Daerah itu tuh semacam FLS2N tapi di tingkat mahasiswa. Jadi semacam pekan seni berisikan lomba kesenian (tari, lukis, nyanyi pop, nyanyi dangdut, monolog, baca puisi, dllsb) antar mahasiswa antar universitas di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kebetulan aku dipilih menjadi salah satu dari 7 orang yang menjadi tim tari UGM di ajang tersebut. Sumpah ya… Latihannya tuh bener-bener intens. Belum lagi aku punya kesibukan lainnya… Jadinya bener-bener gak sempet ngeblog sama sekali. Sampai akhirnya, tanggal 4 Agustus 2016 adalah puncak dari segalanya…

Tanggal 4 Agustus 2016, hari Kamis, bertepatan dengan aku jadi koor acara di PPSMB Castle 2016 (PPSMB Departemen Ilmu Komunikasi UGM) aku harus maju Peksimida di Auditorium Tari ISI Yogyakarta. Alhamdulillah, seneng banget mendapat banyak dukungan dari temen-temen panitia yang tidak mempermasalahkan meskipun aku nggak bisa nemenin sampe akhir :’) Terima kasih.

ppsmb castleku

Divisi Acara PPSMB Castle kesayangan princess :*

 

Setelah blocking, orientasi panggung, make up, lalala yeyeye, akhirnya sampai lah di hari-H… Nggak tau gimana caranya, rasanya seneng dan puas bisa membawakan repertoar tari Tampah Bubrah yang sudah kita latih berbulan-bulan. Salut banget sama temen-temen satu timku ini. Kita berasal dari 3 ukm berbeda dengan basic tari yang beda-beda. Jadi, bisa nampilin kayak gitu tuh udah sesuatu hal yang menurutku super keren.

Tampah Bubrah yang berdurasi sekitar 11 menitan ini bisa dibilang adalah karya bersama dari 3 UKM Tari di UGM yaitu UKM Swagayugama, UKJGS, dan Unit Tari Bali UGM dengan koreografer yang kebetulan adalah tetua kita yaitu mbak Sasmita. Untuk penata iringan ada mas Anon, penata rias dan busana ada mas Akka. Kita juga gak memungkiri bahwa kita punya coach yang menemani latihan dan memberi masukan di beberapa teknik gerak yaitu mbak Juni.

249397

Ciwi-ciwi rempong Tampah Bubrah 😀

Alhamdulillah, semua kerja keras dan perjuangan, serta hasil menghibur penonton kala malam itu menghasilkan buah yaitu Juara III Peksimida XIII Daerah Istimewa Yogyakarta. Alhamdulillah UGM masih mendapat 3 besar. Sementara itu, juara 1 diraih oleh karya Ceret Telu (Kamasetra UNY), juara 2 diraih oleh karya Jolali (Grisadha Universitas Sanata Dharma), juara harapan 1 oleh Himaseta UNY, juara harapan 2 karya Tigan Abrit (Universitas Ahmad Dahlan).

Alhamdulillah bangeet… Akhirnya, satu target pribadiku tercapai yaitu bisa berprestasi lagi di tahun 2016 ini :’) Akhirnya aku bisa memenuhi ekspektasi orang-orang yang kemungkinan membaca artikel ini:

13726631_10201909749500874_5185091519424645918_n

Jadi, aku mau berterima kasih banget buat semua pihak yang udah terlibat dalam peksimida ini. Makasih buat temen-temen penari, mbak Sas, mbak Irine, mbak Laksmi, Dian, Gema, Irma… I’ll miss you so much. Bakalan kangen split dan kardio bareng. Makasih buat pak pimpro-mas Sanja, tim make up dan kostum ada mas Akka, ses Bibi, Inten, mbak Ade… Banyak deh gabisa disebutin satu-satu yawla :’) Love you to the moon and back!! 

249399

Tampah Bubrah All Stars! ❤

Terima kasih untuk semuanya…

Senang berproses dengan kalian semua…

Jangan dilupain tariannya, karena kita masih kontrak dua tahun :’D wkw

Siapa tau gak juara 1 gak ke Kendari tapi malah ke luar negeri?

Ya to? 😀

44720

Photo by mas Sulis (@satriaatasangin)

 

– Tampah Bubrah-

(sebuah repertoar tari garapan dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta)

Tampah merupakan alat tradisional khas Indonesia yang umumnya digunakan untuk napeni beras. Napeni merupakan proses membersihkan beras dari kotoran yang ada di antara butiran beras. Di Yogyakarta sendiri kegunaan tampah sangat beragam, mulai dari perlengkapan rumah tangga, adat istiadat, hingga aksesoris atau hiasan.

Tampah dengan beragam kegunaan serta keunikan bentuknya menginspirasi terciptanya garapan tari ini. Melalui karya ini diharapkan dapat mengenalkan kembali tampah sebagai alat tradisional yang keberadaannya mulai hilang tergantikan dengan alat-alat moderen. Tampah dalam proses napeni sendiri memiliki nilai adiluhung untuk bersabar dan telaten dalam menjalani sebuah proses

~~~

Beras ditapeni nggo tampah…

Sego mateng ditutupi tampah…

Tumpeng buceng digawa nggo tampah…

Pyok… Pyok… Pyok… Berase wutah!!

Lho… Lha piye to bu??!!

Senadyan mung tampah, salah napeni dadi bubrah!!

~~~

tampah bubrah

Photo by mas Nanang (@aonekoe)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s