Art|Jog|8 Infinity In Flux 2015: Cerita Saya Mengapresiasi Seni

ArtJog 8 bertema Infinity In Flux di tahun 2015. Awalnya, saya bahkan tak berpikir sempat datang. Namun, akhirnya saya datang juga kemarin (28/6) di detik-detik terakhir penutupan, jam-jam terakhir lebih tepatnya. Betapa deadliner-nya saya ini, Boi!

Setelah kebingungan nyari partner nge-ArtJog akhirnya ditemukanlah seorang kakak tingkat baik hati yang selo dan deadliner akut serta belum ke ArtJog dan berminat kesana. Berangkatlah kita malam-malam sekitar jam 8an menuju venue yaitu Taman Budaya Yogyakarta…

ArtJog tahun ini lumayan mahal. Tiketnya aja 25k. Padahal tahun 2013 lalu gratis, tahun 2014 lalu cuma 10k atau 15k kalau saya tidak salah ingat. Ya memang sih ticketing mencegah pengunjung yang tidak bertanggung jawab, belajar dari tahun 2013 yang konon katanya banyak karya yang rusak. But, for a student like me, 25k itu bisa buat ngebayar minimal sekali bukber mengingat banyaknya tawaran dan ajakan bukber yang bejibun dan numpuk setinggi gunung Merapi…

Tapi…
Setelah masuk, 25k terasa worth it.
ArtJog selalu menyuguhkan karya-karya yang unik dan memberikan pengalaman apresiasi seni yang bervariasi.
Meski begitu, entah ini semoga saya tidak sok tahu karena saya bukan kurator seni, ada beberapa konsep karya yang terasa sama dari tahun lalu ke tahun ini. Ada juga konsep yang ada di tahun 2013 dan ada lagi di tahun ini, tentunya dengan pengembangan yang lebih baik dan lebih kreatif serta imajinatif lagi~ hehe

Tapi dari sekian banyak karya yang luar biasa ini, ada beberapa karya yang sangat impressive buat saya. Beberapa berhasil saya abadikan dengan kamera hp seadanya, beberapa gagal karena keasikan ngeliat karya terus lupa mau motret. Hehe. Agaknya saya menguraikan beberapa karya menarik versi saya yang hanya terekam via kamera terbaik se-jagad raya yaitu mata saya.

Pertama adalah sebuah kayu berukuran kotak yang terdapat beberapa lubang dengan cermin. Karya ini ternyata menjadi winner dari kategori young artist. Awalnya saya nggak paham sama cara kerjanya. Terus begitu iseng deketin muka saya, terus mas Reezky-nama partner ngeArtJog saya tadi malam-juga deketin muka ke lubang berkaca lainnya, lah kok saya liat mukanya. Dia juga liat muka saya. Wah lucu juga. Jadi pengen bawa pulang hehe. Pantas lah jadi winner begitu. Soalnya sepintas tampak biasa aja..

Selanjutnya adalah karya yang saya lupa namanya pokoknya ada tulisannya “Jual Tanah Tanpa Perantara”. Disana banyak sample tanah dari pengunjung yang ikut berpartisipasi. Tapi, saya paling tercenung *halah tercenung* dengan salah satu deskripsi tanah yang bertuliskan “tanah kampung halaman yang saat ini sudah menjadi hotel” Hm… Bau kritik sosialnya kecium banget. Masih di karya yang sama, ada adonan tanah liat yang lucu banget yang bentuknya kayak kodok, ada juga *aku gatau sih sebenernya itu apa* tapi semacam laci kecil atau media penyimpanan entah apa dari kayu yang so cute. Rasanya pengen tak bawa pulang deh. Hehe.

Karya ketiga adalah sebuah karya berjudul “Pulang”. Jadi, ini adalah backpack yang konon ada 4 warna, merah putih kuning dan biru kalau gak salah. Kebetulan yang available di venue cuma yang putih. Menariknya, backpack ini bisa ‘dibongkar’ jadi semacam kostum lucu yang harus dipake sama pembawa backpack ketika mereka sudah sampai rumah. Mereka harus foto dengan tas ini di depan rumah mereka dan ‘mengamanahkan’ tas-tas tersebut ke orang lain. Lucu ya? Menarik banget.

Terus ada lagi. Karya dari orang Amerika. Beliau membuat harmonisasi suara dari gamelan Bali. Adapun instrumen yang dipakai adalah Gong Bali dan beberapa ‘bonang’ Bali. Alat tabuh gamelan itu disambungkan pada tuas otomatis yang sudah diset, sehingga gamelan bunyi secara otomatis. Bunyi-bunyian ini menghasilkan nada yang menurutku bagus banget dan sangat unik.

Kelima adalah daun. Iya. Daun. Jadi, salah satu karyanya adalah tentang daun. Berbagai jenis dan bentuk daun ada. Mulai dari yang menyirip, menjari, pita, dari daun pohon kamboja, mangga, sampe daun tanaman pakis lengkap dengan sporangiumnya. Daun-daun itu ada yang ditempel berjajar gitu aja, ada juga yang udah ditaruh di antara dua plexiglass. Bikin keinget sama preparat, bikin baper, bikin saya kangen IPA. Hiks. Tapi jujur deh penataannya bagus banget. Saya mau banget deh kalo kamar saya ditata kayak gitu. Hehe.

image

Ini nih daun favorit saya :3

Karya lainnya yang menarik menurut saya bisa dilihat di gambar berikut:

image

Nahlo! Ini lantai dasar TBY. Kok bisa sedalem itu? :v Kalo menurut saya sih itu pinter-pinternya sang seniman main kaca sama cahaya πŸ˜‰

image

Ceritanya kuda tapi jadi kayak dinosaurus tapi bagus :3

ArtJog kali ini emang bener-bener menyuguhkan karya yang berusaha sebanyak mungkin lebih interaktif sama audience. Kolaborasi artist and audience terlihat lebih kerasa di pameran kali ini…

Tapi ada satu pembahasan yang cukup menarik buat dilewatkan…
Tiba-tiba mas Reezky bilang “dari yang aku amati kok kebanyakan yang dateng semacem orang-orang kaya gitu sih? Iya gak sih?”
Dan baru sekarang kepikiran jawaban yang bener hehe.
Menurut hemat saya, karya-karya yang dipamerkan sebagian besar dibuat dengan biaya yang tak sedikit. Jadi, wajar lah kalau apresiatornya kebanyakan orang berpunya.
Selain itu lihat saja harga tiketnya!
Untuk orang umum, alias non mahasiswa dan non pelajar aja tiketnya dibanderol seharga 50k. Hm… Cukup mampu membuat orang dewasa ‘biasa-biasa’ saja berpikir dua kali untuk rela masuk. Ya kan?

But…
Three years in a row, I was coming to ArtJog… And I always found something interesting…
Overall two thumbs up for ArtJog15!
I’ll see you when I see you again on next fair, June 4th 2016, duhai ArtJog 2016!
Thanks for bring some new experience in arts πŸ™‚ Keep working!

*ps:
Mau pamer ArtJog sebelum-sebelumnya juga ah :3

image

ArtJog 2013 πŸ™‚ Just enjoying the night with anak-anak Pertukaran Pelajar Palembang-OI 2012 :3

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s