0

Art|Jog|8 Infinity In Flux 2015: Cerita Saya Mengapresiasi Seni

ArtJog 8 bertema Infinity In Flux di tahun 2015. Awalnya, saya bahkan tak berpikir sempat datang. Namun, akhirnya saya datang juga kemarin (28/6) di detik-detik terakhir penutupan, jam-jam terakhir lebih tepatnya. Betapa deadliner-nya saya ini, Boi!

Setelah kebingungan nyari partner nge-ArtJog akhirnya ditemukanlah seorang kakak tingkat baik hati yang selo dan deadliner akut serta belum ke ArtJog dan berminat kesana. Berangkatlah kita malam-malam sekitar jam 8an menuju venue yaitu Taman Budaya Yogyakarta…

Baca lebih lanjut

Iklan
0

Sweet Nothing

No. I’m not talking about Calvin Harris’s song. I’m just talking about you… and me.

I can’t pretend that I’m not seeing anything. I’m just realized that all silly things that we did are sweet.
Our conversation, our chit chat…
The way you have a joke with me…

You’re ‘okay’ with picked me up, although my home is far away in the south side.
You’re ‘okay’ with accompanied me at the hospital.
And so many sweet things which makes me touched.

But I know…
But I’m aware…
That I’m nothing.
Nothing for you…

I know she’s still on your mind, on your heart maybe…
And I don’t know, she’s irreplaceable or not…

We’re just a sweet nothing.

Oh, I’m sorry there’s no ‘we’
Just ‘you’ and ‘I’

So I put my faith in something unknown
I’m living on such sweet nothing
But I’m tryin’ to hope with nothing to hold
I’m living on such sweet nothing
And it’s hard to learn
And it’s hard to love
When you’re giving me such sweet nothing
Sweet nothing
Sweet nothing
You’re giving me such sweet nothing

*ujung-ujungnya jadi ngutip lagunya Calvin Harris yg Sweet Nothing beneran. HUF.

4

D-31: Head Heart and Hand~

“Head, heart, hand. Kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja keras.” Mom Reni Herawati.

Beliau adalah salah satu orang paling berpengaruh dalam kehidupanku. Mom Reni Herawati. Kutipan tadi adalah motivasinya dalam hidup, dalam pekerjaan, dalam semuanya. Beliau selalu mengajarkan murid-muridnya termasuk aku untuk memahami konsep 3H itu… Beliau menyebarkan virus 3H ke seluruh dunia.

But, so far, I see that those 3H really works, especially on Mom Reni. Beliau adalah guru, ibu, sekaligus wanita karier yang sukses. Cerdas, ikhlas, pejuang tangguh. Prestasi beliau banyak. Karier beliau luar biasa. Usai menjadi guru bahasa Inggris di SMAN 5 Yogyakarta, beliau menjadi kepala sekolah di SMA-ku, SMAN 7 Yogyakarta. Dan sekarang beliau adalah pengawas di Dinas Kota Yogyakarta.

Bagiku, Mom Reni adalah sosok yang cukup penting dan berkontribusi lumayan banyak terhadap prestasi-prestasiku selama SMA. Tanpa beliau aku bahkan tidak akan berani menjadi wakil kota Yogyakarta dalam ajang OSN Matematika di tingkat Provinsi. Tanpa beliau aku mungkin tidak akan mengikuti Pertukaran Pelajar 2012 di Ogan Ilir. Beliau lah yang selalu memberi support, motivasi, dan ucapan selamat terbesar kedua setelah Ibuku.

Well, maybe it looks like a simple things. Just a support, motivation, and a little “congratulations” when I’m successful. Tapi semuanya berarti besar untukku… It means a lot.

Apalagi semboyan 3H itu…
Menurutku ngena banget!
Pemikiran, hati, dan action. Ketiganya adalah komponen utama eksistensi manusia.
Kalo mau diimplementasikan dalam produktivitas kerja pun jelas… Seseorang harus bekerja dengan cerdas, dengan hati ikhlas, dan bekerja keras untuk hasil yang maksimal.

Tapi…
Akhir-akhir ini aku lumayan sedih. Semboyan 3H ini mulai samar-samar di diriku. Antara Head, Heart, dan Hand rasanya suka gak sinkron gitu. Dan ini semua berujung pada tahun 2014-ku yang gak produktif dan gak berprestasi. Syedih.

Sekarang…
Dengan tulisan ini, menutup 31 Hari Menulis sekaligus membuka lembaran baru…
Tulisan ini bakal jadi pengingat tentang 3H–Head, Heart, Hand.

Thanks Mom Reni for inspiring about these 3H ๐Ÿ™‚
Semoga bisa selalu mengamalkannya ๐Ÿ™‚

image

Thanks Mom ๐Ÿ™‚

0

D-30: Udah Hari Ke Tiga Puluh Aja…

Dear Bang Wiro,

Posting kali ini spesial buat abang. Kenapa?
Soalnya ini hari ke-30…
Besok udah hari terakhir. Duh jadi sedih jadi baper. Hiks.

Bang Wiro,
Princess cuma mau bilang makasi buat abang…
Karena abang, Princess jadi termotivasi buat konsisten nulis.
Karena abang, Princess jadi konsisten buat curhat selama 31 hari.
Karna abang, blog yang pada mulanya berisikan sarang laba-laba ini mulai dikunjungi manusia maya.
Karena abang, aku jadi… Jadi… Ah, pokoknya makasih :’)

Maaf juga ya bang, sering ga sempat cerita banyak…
Cuma posting beberapa kalimat yang intinya pamit karena Princess lagi sibuk dengan urusan kenegaraan yang menyangkut kemaslahatan umat manusia di bumi pertiwi…
But at least, baik kan aku? Seenggaknya pamit sama abang :3
Daripada gak pamit? Ntar dicariin kayak almarhumah dek Angeline dulu…

Hmm…
Daripada makin ngaco dan baper…
Udah dulu deh.
Salam buat selir-selir sakti bang Wiro yang rela begadang nemenin abang ngecek postingan manusia-manusia deadliner ini…

Love Bang Wiro and The Selirs to the moon and back :*

Salam sayang,

Princess (bukan) Syahrini
Peserta #31HariMenulis terseksi *ups*

0

D-29: Ciye Besok Puasa~

Ciye..
Besok Puasa…
Besok bulan Ramadhan…

Sudaah sudaah nggak usah ribut…
Mau warung tutup apa buka mah terserah…
Yang penting ibadah puasa aja kalo emang niat ๐Ÿ˜‰
Kalo nggak niat ya gak usah…
Kan itu urusanmu dengan Tuhanmu hehe…

So, selamat menunaikan ibadah puasa! ๐Ÿ™‚
Semoga puasa kita berkah dan diberikan kelancaran dalam menjalankannya…
Aamiin ๐Ÿ™‚

Marhaban Yaa Ramadhan ๐Ÿ˜€

0

D-27: Oase Sebelum Ujian

Today’s be like… Subhanallah!

Jadi gini…
Ceritanya besok kan ujian tuh. Nah karena suntuk, tadi aku refreshing lagi hehe. Aku sama mbak Jipon diminta sama mbak Dani sama mbak Fia buat bantu-bantu acara diskusi buku. Lebih tepatnya acaranya Obrolan Pembaca Media Indonesia (OPMI) Goes to Jogja, diskusi novel terbaru Andrea Hirata yang berjudul “Ayah” kerja sama Media Indonesia dan Bentang Pustaka di Ruang Seminar Lt 2 Perpustakaan Pusat UGM Yogyakarta. Dari jam 08.30 aku udah stay di perpus dan mulai bantu-bantu dari jam 9-an.

Ngangkatin snack dari bawah ke lantai 2, bantu-bantu di meja registrasi, sampai jadi runner microphone pas sesi diskusi. Capek sih. Tapi seneng soalnya aku jadi lebih nyimak diskusi dan gak gabut. Bener-bener dapet banyak ilmu kepenulisan dari mas Andrea Hirata. Jadi tau, how a talkshow runs. Dan buatku ini pengalaman yang menyenangkan banget. Apalagi kan ceritanya mahasiswa Komunikasi nih, kan deket sama hal-hal berbau bikin event, talkshow, dan sebagainya. Hehe.

Dan diakhir acara…
Sesuatu yang mengejutkan terjadi…
Dikasih novelnya Andrea Hirata yang judulnya “Ayah” itu original yang harganya lumayan mahal udah sama tanda tangannya mas Andrea tanpa kudu ngantri.
Dapet kaos keren dari Media Indonesia dengan syarat follow medsosnya.
Dapet koran Media Indonesia gratis.
Dapet snack double.
Masih dikasih uang transport.

Subhanallah…
Bagai oase di tengah gurun bernama UAS.
Bagai air kelapa di tengah panasnya terkom.

Big thanks to Media Indonesia XD
Semoga sukses selalu!

image

Thanks for the chance, knowledges, and compliments💕