D-7: Puncak Tertinggi dari Sebuah Cinta Adalah Kerelaan

Terima kasih, malam puncak Etnika Fest: Elegi Sang Singo Barong, karena sudah membuat saya baper…

Malam ini, aku dan beberapa temanku pergi ke Taman Budaya Yogyakarta untuk melihat acara ini…
Sebuah drama tentang legenda terciptanya Reog Ponorogo.
Sebuah cerita antara cinta Dewi Sanggalangit dari Kediri, Raja Singo Barong dari Lodhaya, dan Prabu Kelana Sewandana dari Bantarangin.
Sebuah cerita yang berakhir tragis bagi Singo Barong yang raganya harus bersatu dengan merak…
Demi cintanya, demi Dewi Sanggalangit pujaannya…

Bagi sang Singo Barong…
Puncak tertinggi dari sebuah cinta adalah kerelaan…

Sulit memang.
Namun, begitu lah adanya…
Haruskah ku menjadi layaknya Singo Barong?
Yang mencapai puncak tertinggi sebuah cinta dengan kerelaan? Merelakanmu dalam rengkuhan takdirmu? Tanpa kutahu entah kemana kau bermuara?

Entah lah…
Ku hanya bisa berdoa…
Semoga kerelaanku akan takdirmu berujung pada takdir yang sama denganku…

Sekali lagi, terima kasih fakultas tetangga, Fakultas Ilmu Budaya UGM atas dramanya, Elegi Sang Singo Barong yang baper tiada tara….

Salam baper :’)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s