D-5: Menyapa Yogya

Sesungguhnya ini bukan cerita hari ini…

Sabtu siang aku dilanda kebimbangan. Pesan singkat dari dirmawa dan sebaris chat dari kakakku lah penyebabnya. Satu pesan membawa kabar gembira yaitu aku mendapat kesempatan melihat Mata Najwa. Pesan lainnya memintaku menemani kakakku yang notabene lama tak bersua untuk menemaninya pergi ke suatu tempat.

Lama bergulat dengan pemikiranku, kuputuskan menghadiri undangan dirmawa, melihat idolaku, anchor kenamaan Indonesia-Najwa Shihab dengan segala resikonya. Resiko aku kehilangan kesempatan curhat super-lama dengan kakakku. Resiko aku berangkat sendirian. Resiko aku jadi ‘anak hilang’ saat menghadiri Mata Najwa yang diselenggarakan di Benteng Vredeburg lantaran tak ada satupun temanku yang mendapatkan tiketnya.

Sendirian aku berangkat. Akhirnya kuputuskan parkir di selatan Pasar Beringharjo. Baru saja kuparkirkan motorku, Tuhan rupanya berbaik hati padaku. Aku bertemu dua kakak kelasku semasa SMA, mas Ardhano dan mas Adhi yang kini kuliah di Sosiologi dan Vokasi. Akhirnya mereka berbaik hati membawaku ikut serta dalam rombongan mereka.

Usai menukarkan tiket, kami bertiga menanti waktu open gate. Kami memutuskan duduk-duduk cantik di akar pohon besar di sela hamparan rerumputan dekat Monumen Serangan Oemoem 1 Maret. Aku mendapati senja yang menyenangkan disini. Berbincang ringan dengan dua teman lama, menghirup aroma senja, melihat hamparan rerumputan kehijauan, menyaksikan beberapa keluarga kecil bersantai menikmati waktu bersama, menyapa sore di Yogya dengan cara sederhana namun berbeda. Ah. Inilah konsep yang kubayangkan tentang sebuah taman kota! Yang sayangnya tak dimiliki Yogyakarta… Dan sayangnya lagi, pelataran Monumen SO ini pun tak selalu terbuka…

Gerbang akhirnya dibuka. Alhamdulillah. Rejeki anak sholeh sholeha, disana dapet angkringan gratis. Makan sampai kenyang. Akhirnya duduk lah kami bertiga di kiri panggung. Sampai akhirnya acara dibuka oleh Cak Lontong dengan survei-survei kampretnya. Dilanjutkan penampilan dari para juara olah vokal FLS2N, penampilan Tari Golek Ayun-Ayun, hingga akhirnya acara dibuka.

Oh… Rupanya…
Mata Najwa on Stage kali ini berkenaan dengan Hardiknas dan OSN yang kali ini perhelatannya diselenggarakan di (yang katanya) kota Pelajar, Yogyakarta. Mbak Najwa Shihab tampil cantik dengan atasan hitam dan rok merah dengan rambut dikuncir. Ia menyambut ketiga narasumber malam itu mendikbud, menkominfo, dan menakertrans. Mata Najwa malam itu diawali dengan gerakan Indonesia Menyala.

image

This is my ticket!

Setelah itu, terdapat segmen berbeda yang mengundang anak SMAN 3 Yogyakarta yang melaporkan kebocoran soal UN Matematika. Kemudian dilanjutkan segmen berikutnya dengan seorang juara OSN Astronomi dan OSN Matematika yang sukses membuatku merasa semacam ceceran risol mayo yang tinggal dilap. Sang juara OSN Matematika pun berhasil membuatku gagal move on dari pengalaman pahit jaman SMA. Dimana aku lolos seleksi OSN Matematika Kota Yogyakarta dan berhasil maju sampai tingkat provinsi, namun mengalami epic fail yang luar biasa karena soal-soalnya yang naudzubillah susahnya.

Alhamdulillah, setelah terkena mental block datanglah hiburan. Lumayan bisa sing along lagunya Kla Project yang berjudul Yogyakarta sama penyanyi aslinya, Pak Katon Bagaskara yang sudah nampak tua namun masih tamvan luar biasa. Overall Mata Najwa kali ini nggak se-fail yang waktu di GSP kerjasama dengan KPK. Lumayan pecah lah…

image

Lumayan lah~

Usai menikmati Mata Najwa, mas Ardhano mengajak kami menikmati malam minggu di titik teramai kota sendiri. Ya. Jujur saja, aku belum pernah menyapa Yogya dari titik 0 km. Apalagi di kala Sabtu malam. Kami menerobos lautan manusia beraneka rupa. Melihat apa saja yang terjaja. Berfoto dengan ‘hantu-hantu’ ala Indonesia, ular-ular beraneka jenis, burung hantu ukuran besar dan kecil, serta manusia-manusia berkostum upin ipin, marsha and the bear, doraemon, dan sebagainya. Kotaku aneh-aneh saja.

Batal mendapat tempat fancy untuk nongki, kami memutuskan untuk membelah lautan manusia lagi dan kembali. Kembali ke tempat dimana aku memarkirkan motorku, dan mereka memarkirkan motor mereka. Usai bertemu mas Revo (nama motorku,-red), aku membelah jalanan lagi untuk pulang ke rumah. Melewati lautan kendaraan yang memenuhi ruas jalan. Setidaknya dengan senyuman…

Aku akhirnya berhasil menyapa Yogya dengan cara yang berbeda πŸ™‚

*ps bonus selfie, maaf gelap soalnya di samping panggung dan udah malem. Abaikan mas-mas sebelah saya yang ikutan kefoto

image

Trio-Gasengaja-Ketemu (Wita, Mas Adhi, Mas Dhano)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s