0

[Review Buku] Inferno: Ketika Wabah Berkelindan dengan Puisi dan Mahakarya Kuno

inferno

Judul Buku: Inferno (Neraka) | Penulis: Dan Brown | Penerjemah: Inggrid Dwijani Nimpoeno dan Berliani Mantili | No. ISBN: 978-602-7888-55-5 | Penerbit: Bentang | Tahun terbit: 2014 | Jumlah halaman: 644 hlm | Tebal buku: 23,5 cm | Jenis Cover: Soft-cover | Kategori: novel, fiksi dewasa, science fiction | Text: Bahasa Indonesia

“Tempat tergelap di neraka dicadangkan bagi mereka yang tetap bersikap netral di saat krisis moral.”

           Inferno. Lagi-lagi membawa pembaca pada petualangan seorang simbolog Harvard, tak lain dan tak bukan Robert Langdon. Robert Langdon terbangun dengan kondisi syok saat mendapati dirinya berada di sebuah rumah sakit di Florence, Italia. Padahal, ingatan terakhirnya adalah berjalan di lorong Harvard seusai memberikan kuliahnya. Robert Langdon bahkan belum sempat memahami semua kondisi aneh di sekitarnya, ketika tiba-tiba dr. Marconi yang merawatnya ditembak mati tepat di depannya, dan Ia harus menjalani pelarian bersama dr. Sienna Brooks, seorang dokter muda jenius yang penuh rahasia.

          Pelarian itu membawa Robert Langdon berlarian mengitari Florence sembari memecahkan stempel kuno berisi kode rahasia ciptaan ilmuwan fanatik yang menciptakan sebuah wabah karena terobsesi dengan isu overpopulasi dan gerakan transhumanisme radikal yang juga tergila-gila pada mahakarya terhebat yang pernah ditulis—Inferno karya Dante Alighieri. Perjalanan terus berlanjut hingga memasuki Venice, sembari terus menghindari sepasukan tentara berseragam hitam yang akan menangkapnya.

             Perjalanan seru yang senantiasa berburu dengan waktu itu menemukan titik akhir. Dan ternyata tim petualangan Robert Langdon salah negara. Perburuan wabah itu berakhir di sebuah negara yang terletak hampir 1.600 kilometer dari Italia, Turki. Lantas, bagaimana selanjutnya? Mampu kah Robert Langdon menemukan wabah itu dan menghentikan kehancuran dunia layaknya gambaran Inferno?

Baca lebih lanjut

Iklan
3

[Review Film] Secretly, Greatly: Komedi, Aksi dan Tragedi dalam Satu Kisah Fiksi

Secretly.Greatly.2013

Judul film: 은밀하게 위대하게 (Eunmilhage Widaehage); Secretly, Greatly (English title) | Sutradara: Jang Cheol-Soo | Penulis naskah: Hun (komik), Kim Bang-Hyun, Yoon Hong-Gi | Produser: Kim Young-Min | Sinematografer: Choi Sang-Ho | Tanggal rilis: 5 Juni 2013 | Durasi: 124 menit | Genre: action, komedi | Pemain: Kim Soo-Hyun sebagai Won Ryu-Hwan/Bang Dong-Gu, Park Ki-Woong sebagai Lee Hae-Rang, Lee Hyun-Woo sebagai Lee Hae-Jin

 

“Aku ingin terlahir di keluarga biasa di negara biasa.”

            Won Ryu-Hwan (Kim Soo-Hyun) adalah ketua tim satuan khusus 5446 yang ditugaskan oleh Korea Utara untuk menjadi mata-mata di Korea Selatan. Sembari menunggu misinya, Ryu-Hwan harus menyamar sebagai orang bodoh bernama Bang Dong-Gu. Sudah dua tahun menyamar, namun tak ada perintah apapun.  Ia takut negaranya telah melupakannya.

            Tiba-tiba datang dua mata-mata lainnya yang menjadi tetangga Dong-Gu yaitu Lee Hae-Rang (Park Ki-Woong) yang menyamar sebagai rocker yang tak bisa bermain gitar dan Lee Hae-Jin (Lee Hyun-Woo) yang menyamar sebagai anak SMA. Meski Dong-Gu sempat bingung dengan kehadiran Hae-Rang dan Hae-Jin, lama-lama mereka nyaman tinggal di desa kecil di pinggiran Korea Selatan itu.

            Namun, datanglah sebuah misi mengejutkan. Perubahan kekuasaan di Korea Utara membuat mata-mata yang disusupkan di Korea Selatan harus saling membunuh atau bunuh diri. Kehidupan bahagia ketiga mata-mata ini berubah 180o. Akankah mereka mengikuti perintah negaranya?

Baca lebih lanjut

2

[Review Musik] Taylor Swift – Shake It Off: Empowering People dengan Lirik Lagu

Taylor-Swift-Shake-It-OffJudul lagu: Shake It Off | Penyanyi: Taylor Swift | Album: 1989 (2014) | Penulis lagu: Martin, Tony / Nesler, Mark | Produser: Max Martin dan Shellback

 

“Cause the players gonna play, play, play, play, play
And the haters gonna hate, hate, hate, hate, hate
Baby, I’m just gonna shake, shake, shake, shake, shake
I shake it off, I shake it off
Heartbreakers gonna break, break, break, break, break
And the fakers gonna fake, fake, fake, fake, fake
Baby, I’m just gonna shake, shake, shake, shake, shake
I shake it off, I shake it off”

            Taylor Swift kembali berbicara lewat musiknya yang kini bertajuk Shake It Off. Lewat lagu ini, Taylor Swift ingin menyampaikan tentang bagaimana Ia menyikapi haters. Baginya, komentar negatif tentang Taylor Swift yang hanya bisa menyanyi dan tak bisa menari—karena mayoritas penyanyi sekarang bisa juga menari—Ia jawab dengan single terbarunya ini.

Baca lebih lanjut

0

Sejarah Tari Klasik Gaya Yogyakarta: Periode Pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I sampai IX

Selamat Pagi!

 

Setelah posting baper kemarin, saya kembali dengan posting yang insyaAllah bermanfaat bagi umat.

Semua berawal dari take home exam UTS mata kuliah Sejarah Sosial Politik Indonesia di jurusan saya, Komunikasi UGM. Dosen pengampu mata kuliah tersebut, Cak Budhy Komarul Zaman, meminta mahasiswa semester 1 macam saya ini untuk menuliskan sejarah apa saja terserah yang penting berkaitan dengan Indonesia dengan periodesasi mulai dari masa prasejarah hingga era Orde Baru. Kalau saya tidak salah dengar juga, beliau berpesan agar sejarah yang kami tulis merupakan hal-hal yang dekat dengan kami. Kemudian, terpikirlah saya untuk menulis sejarah tari klasik gaya Yogyakarta mulai dari masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I sampai dengan masa Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Mengapa saya menulis hal tersebut?

Pertama, tari, khususnya tari klasik gaya Yogyakarta merupakan sebagian dari kehidupan saya. Sejak kecil saya sudah mempelajarinya, dan bisa dibilang keluarga saya hidup dari ini.

Kedua, setelah saya mencari kesana kemari di internet, belum ada orang yang mem-publish sejarah tari klasik gaya Yogyakarta pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I sampai IX dengan runtut. Sementara, banyak orang yang saya yakin membutuhkan informasi ini.

Dari kedua alasan tersebut, maka saya memutuskan menuliskan sejarah ini disertai sumber-sumber sahih, salah satunya adalah buku Mengenal Tari Klasik Gaya Yogyakarta yang diterbitkan Dewan Kesenian Provinsi DIY yang berisi banyak pidato maupun tulisan pakar-pakar tari klasik gaya Yogyakarta seperti GBPH Suryobrongto, RM Wisnoe Wardhana, dan sebagainya.

Jadi, selamat menikmati sejarah Joged Mataram dengan membacanya dari paper berikut. Terima kasih 🙂

Sejarah Tari Klasik Gaya Yogyakarta Periode Pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I sampai Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Viva la historia! 🙂

Salam budaya! 🙂

0

Seharusnya Saya Tahu dan Saya Sadar

                Cie ketemu saya lagi di awal tahun 2015. Pertama-tama, saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru 2015 untuk semua pembaca setia blog saya. Hore! Semoga setahun ke depan semua rencana kita bisa sesuai dengan rencana-Nya hingga semua lancar dan aman terkendali. Aamiin. Semoga juga saya bisa menghadirkan blog yg lebih baik dari sebelumnya. Hanya saja maaf mungkin posting kali ini rada baper (bawa perasaan,-red). Jujur, saya kepingin curhat saja dan semoga Anda berkenan membaca curhat saya #tsah

                Baru-baru ini, saya dapat musibah (lagi). Musibah akhir tahun mungkin. Smartphone saya rusak. Iya. Rusak. Setelah hampir dua tahun menemani aktivitas saya yang gila-gilaan (smartphone saya bisa dibilang emang nggak pernah istirahat—whatsapp, line, twitter, facebook, instagram, askfm, wordpress, browser, BBM dan banyak aplikasi lainnya yang sering saya akses dan menghubungkan orang saya dengan orang-orang baik yang dekat maupun yang jauh), renang di bak mandi sekali, kehujanan berkali-kali, dan kebanting dari berbagai variasi ketinggian berkali-kali, Samsung Galaxy Chat saya menyerah.

Baca lebih lanjut