Zona Nyaman Tak Selalu Aman

            “SD, SMP, SMA di Jogja. Kuliah di Jogja lagi. Nggak bosen apa di Jogja terus? Nggak pengen keluar dari zona nyaman gitu? Kapan berkembangnya?” Kira-kira begitu lah komentar teman-teman saya yang memilih menjadi anak rantau, baik yang di Jakarta, Bandung, Surakarta, Surabaya, Malang, dan lain-lain. Anak-anak yang memilih kuliah di Yogyakarta lagi-lagi dianggap tak punya nyali, terus bertahan dan cari aman dengan zona nyaman. Padahal, zona nyaman tak selalu aman.

            Di dunia perkuliahan, persaingan semakin tak terbayangkan. Pesaing pun kadang seseorang yang jauh di luar ekspektasi. Kadang orang yang semula nampak hebat, ternyata hanya biasa-biasa saja. Sementara orang lain yang tampak tak berdaya, ternyata justru memiliki kelebihan yang luar biasa. Saya tak asal bicara. Semua ini saya dapatkan setelah menjalani empat minggu kuliah di kampus ini, Universitas Gadjah Mada.

            Sehingga, bagi teman-teman saya yang berkata bahwa melanjutkan kuliah di Yogyakarta hanya ingin cari aman saja, saya ingin mengatakan bahwa hal itu sama sekali tidak benar. Kuliah di UGM justru menjadi suatu tantangan baru bagi saya. Tantangan untuk bisa bertahan dan berkompetisi lebih baik dengan persaingan dan pesaing yang tak bisa diprediksikan di hutan belantara bernama Universitas Gadjah Mada.

            Selain itu, Yogyakarta yang kaya akan berbagai budaya dan event-event kesenian lagi-lagi menjadi tantangan untuk saya. Event-event kesenian dan komunitas seni yang sudah saya geluti sejak lama kembali menantang saya untuk aktif berkegiatan, aktif di kepanitiaan, aktif di berbagai pementasan, namun tetap bisa membagi waktu dan berkompromi dengan kegiatan akademik. Lagi-lagi, zona nyaman saya yang bernama komunitas kesenian menjadi zona tidak aman bagi saya.

            Jadi, siapa bilang meneruskan kuliah di kota asal—dalam hal ini Yogyakarta—berarti cari aman saja? Tidak. Karena bagi saya, kuliah di Yogyakarta, di UGM pada khususnya justru merupakan langkah terbesar dalam hidup saya, dan menjadi zona paling tidak aman untuk saya. Karena kapan pun selalu ada tantangan dan persaingan tak terbayangkan di depan sana. Karena siapa pun bisa kalah dan menjadi juara. Karena apa pun bisa terjadi di belantara Gadjah Mada.

Sebuah tugas dari mata kuliah Dasar-Dasar Penulisan. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi bahan perenungan~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s