Aku Boleh Mengagumimu?

Aku boleh mengagumimu?

                Dari awal saling mengenal, aku tak pernah menyangka kau orang macam apa. Yang kutahu kau jenis makhluk yang sangat terbuka. Sangat mudah bergaul dengan siapa saja. Kau yang pertama menyapa via sosial media. Tak hanya padaku, tapi pada beberapa rekan seperjuanganku. Kau dengan ramahnya memberikan selamat pada kami semua. Kau. Yang dihari itu, pertama kulihat dirimu mengenakan kaos polo putih dan menenteng kamera kemana-mana.

Aku boleh mengagumimu?

                Ketika aku dan beberapa temanku berbincang denganmu, dan aku tahu betapa besar mimpimu. Betapa hebat visimu. Betapa gigih kau memperjuangkan segenap harapanmu. Aku mengetahui berbagai macam kesibukanmu dan kau sama sekali tak mengeluh soal membagi waktu. Kau dengan organisasi ini itu, kesibukan ini itu, dan bepergian kesini kesitu. Kau justru memotivasiku dan teman-temanku untuk tak malas berkegiatan ini itu.

Aku boleh mengagumimu?

                Saat aku tahu kau begitu menyayangi keluargamu. Kau begitu mencintai ibu dan adik-adikmu. Kau begitu memperhatikan mereka, ingin memberikan yang terbaik bagi mereka. Saat kau berharap bisa melihat ayahmu tersenyum bahagia melihatmu bisa membanggakannya. Saat kau ingin menunjukkan pada ayahmu betapa kau bisa menjaga ibu dan adik-adikmu. Saat kau selalu menyempatkan waktu mengunjungi mereka disela keseharianmu yang padat.

Aku boleh mengagumimu?

                Ketika aku membuka sosial media, entah kau tahu atau tidak, banyak teman-temanmu yang tak suka padamu. Banyak orang yang membicarakanmu di belakangmu. Banyak orang yang terganggu dengan visi dan mimpimu. Namun kau tetap tersenyum, menganggap mereka temanmu. Kau tetap mengejar impian dan targetmu, tanpa mempedulikan orang-orang yang nyinyir di belakangmu. Kau tetap berlalu bagai kafilah yang membiarkan anjing menggonggong di kanan kirimu.

Aku boleh mengagumimu?

                Saat kau bercerita denganku di dunia maya dengan typo-mu yang menyebalkan. Dengan bully-mu yang mengesalkan. Dengan gayamu yang terkadang bikin emosi dan membuatku harus menyabarkan diri. Dengan banyaknya kata kampret dan sialan yang terucap saking sebalnya aku dengan tingkah dan kata-kata bercandamu.

Aku boleh mengagumimu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s