Shut The Hell Up =)

Suka nggak paham gitu sama orang-orang kebanyakan di sosial media…

 

Alkisah, pada suatu malam yang belum larut, aku habis baca mention-mentionan temen lama. Mereka seumuran sama aku, dan lagi ngomongin dunia perkuliahan. TL-ku malam itu lumayan banyak yang ngomongin dunia perkuliahan sih ya, mungkin efek mau SBMPTN, UM, USM STAN, daftar ke PTS dan daftar ulang bagi yang keterima SNMPTN…

Terus kepikiran aja buat ngetweet tentang dunia perkuliahan juga, ya maklumin meski udah 18 tahun ya aku belum dewasa-dewasa amat. Akhirnya ada gitu yang ngiranya aku nyindir tweetnya. Gusti Allah. Nyangkut-nyangkutin masalah Undangan dan Bidik Misi-ku juga lagi. Ya Allah. Sa to the bar.

Gini ya, aku mau ngomong satu hal.

Masuk kuliah (dimana pun perguruan tingginya, negeri kek swasta kek luar negeri kek dalam negeri kek reguler kek IUP kek, apapun) itu NGGAK ADA YANG GAMPANG, dan kata mbakku begitupun lulusnya. Jadi, first yang harus digarisbawahi adalah NGGAK ADA YANG NAMANYA JALUR MUDAH (karena gak ada underline aku bold aja yaak._.v). Astaghfirullah, kamu kira gampang apa buat lolos SNMPTN alias Undangan?

Kamu mungkin nggak tau kalau aku udah merintisnya dari kelas X. Tanpa kamu tau, aku belajar keras dan mati-matian mempertahankan nilai & ranking. Dan aku belajar sendiri lho. Ibuku nggak punya banyak uang untuk mendaftarkan aku di bimbel mahal seperti kamu. Alasanku nggak ikut bimbel bukan cuma karena aku males atau apa, tapi karena aku nggak bisa. Jadi, aku sebenernya paling benci liat anak-anak yang bisa bimbel tapi nggak dimanfaatkan semaksimal mungkin. Mbok sini uangnya kasihin aku biar aku aja yang bimbel. Huh.

Kamu kira selama ini aku berusaha jadi anak manis di sekolah kenapa? Ya biar aku nggak diapali guru-guru sebagai anak nakal, biar aku selalu diingat beliau-beliau sebagai anak yang baik. Biar apa? Biar kalau ada mata pelajaran yang aku nggak bagus-bagus amat, setidaknya gurunya ingat akan atensiku pada mata pelajaran beliau. Kamu pikir aku gak pengen apa bandel-bandel dikit kayak kamu? Pengen tauuk >.<

Terus menurutmu aku bangga gitu jadi penerima Bidik Misi. Heh, kalau Ibuku mampu biayain aku kuliah sendiri aja aku juga gak bakal ngajuin diri jadi penerima Bidik Misi. Atau kalau misal aku penulis buku yang royaltinya cukup buat bayar kuliah juga aku nggak bakal ngajuin jadi penerima Bidik Misi. Masih banyak people out there yang bisa makai jatahku. Tapi kenapa aku jadi penerima Bidik Misi? Karena aku nggak se-mampu orang tuamu. Oh iya, kamu pasti gak tau cerita hidupku. Iya soalnya kamu kan orang lain yang cuma bisa complain dan sengak sama aku, bukan sahabatku yang tahu perjuanganku dari A sampai ZZ.

Jujur ya, kamu harusnya bersyukur. Punya orang tua yang mampu nyekolahin kamu dimanapun kamu mau. Punya fisik yang bagus dan wajah yang rupawan. Kamu tau, dulu aku selalu melihatmu dengan tatapan kagum, karena kamu juga punya skill. Kamu bisa bikin orang bilang “Udah cantik/ganteng, bisa ini, itu, bla bla bla”.

Terus kalau kamu sengak begini sama aku gimana? Berarti kamu nggak pede dong sama dirimu sendiri, buktinya kamu ngerasa aku riya’ dan nyombongin segala sesuatunya. Padahal, apa sih yang bisa aku sombongin? Aku nggak punya apa-apa. Nggak kayak kamu. Serius deh.

Asal kamu tau ya, hidup itu emang isinya lebih banyak orang yang sirik daripada simpati. Aku tau banyak juga orang yang ngejelek-jelekin aku di belakangku. Tapi yaudah gitu. Banyak juga kali yang gak suka sama kamu. Tapi yaudah gitu. Kan orang gak ada yang sempurna juga. Kenapa harus protes?

Kalau dalihmu adalah ngingetin aku yang udah kelewatan, atau karena kamu sayang sama aku dan pengen aku jadi lebih baik, bisa kan ngomong langsung? Ketemu langsung? Atau kalau kamu terlalu sibuk dan aku nggak terlalu penting buat ditemuin secara langsung, bisa kan sms apa private message? Nggak usah di media sosial juga kali. Gak enak kalau ribut-ribut dilihat banyak orang. Nanti kamu dikira cyber bullying lho #ups

 

So…

Shut the hell up.

Dan…

Teruskan hidupmu sendiri.

 

P.S.

Khusus buat kamu. Iya. Kamu. Salah satu dari sekian banyak ‘kamu’ yang aku singgung di atas tadi. Gak baik sebenernya ngungkit-ngungkit kebaikan, tapi kalau kamu tau aku pernah belain kamu 3 tahun lalu dari image burukmu di mata beberapa orang yang lebih tua. Tapi, gini ya balesanmu? Sengak mulu sama aku. Ya masalah IQ, ya masalah kuliah, ya masalah lainnya. Ya Allah… *ngelus dada* Kalau kamu mau sebel sama aku, mau ngerasa kesaing sama aku, aku yakinkan ke kamu, aku bukan sainganmu. Kamu salah orang. Aku nggak di level yang sama kayak kamu… *kemudian senyum*

P.S. (lagi)

Maaf kalo ada yang tersungging eh tersinggung 🙂 Ini cuma buat koreksi bersama ajaa~ Daan… Ya Allah maafkan aku ;_;

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s