Hidup Itu Pindah~

Selamat pagi menjelang siang~ Time for coffe break.

Hari ini, aku menyadari suatu hal. Sesuatu yang seharusnya kusadari sejak dulu, namun baru kumengerti akhir-akhir ini. Raditya Dika pernah bilang dalam bukunya yang berjudul Manusia Setengah Salmon bahwa hakikat kehidupan adalah pindah.

Mulai dari proses kelahiran, kita berpindah dari rahim ibu yang hangat dan nyaman ke dunia yang dingin dan kejam. Kita tumbuh dan berkembang semakin besar, dan semakin banyak ‘kepindahan’ yang kita alami. Pindah dari anak Balita yang ngertinya cuma nonton Dora, jadi anak TK yang mulai belajar mengeja.

Setelah selesai TK yang cenderung banyak mainnya, kita pindah lagi jadi anak SD yang semakin gede. Nggak cuma belajar mengeja, kita belajar menulis, berhitung, membaca, dan untungnya waktu itu aku belum belajar jatuh cinta, beda sama anak SD jaman sekarang yang udah kenal pacaran. Huft. Menyedihkan. #abaikan

Dari SD, pindah lagi ke dunia SMP. Dunia yang begitu berbeda. Dimana dulu waktu SD kita masih punya satu guru yang bertanggung jawab atas segala-galanya, kemudian di SMP kita punya banyak guru yang tak semuanya bertanggung jawab atas diri kita. SMP adalah dunia dimana kebanyakan dari kita sudah ingin menjadi dewasa, namun apa daya, kita masih terjebak dalam psikologis dan fisiologis anak-anak.

Dari SMP, kemudian berpindah lagi ke SMA. Masa-masa serta dunia yang katanya paling indah, paling berwarna. Dunia yang mulai mengenal merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungun, bahkan hitam, putih, dan abu-abu. Masa-masa dimana tak sedikit dari kita yang mulai mengenal apa itu cinta, dan mengalami ketertarikan dengan lawan jenis.

Selepas SMA tentu akan berpindah lagi ke jenjang yang lebih tinggi, Perguruan Tinggi. Dan setelah itu, pindah kembali ke dunia kerja. Dunia yang sebenarnya. See, life is about moving.

Lalu… Bagaimana dengan mereka yang hidup dalam stagnasi?

Katakanlah, seperti dalam contoh, seseorang berhenti berpindah dari SD ke SMP misalnya. Katakanlah dia menyelesaikan pendidikannya di SD, dan tak berpindah ke SMP. Apa berarti Ia tak hidup? Ia kan tak berpindah?

Salah.

Ia tetap hidup, karena Ia berpindah meskipun tak berpindah ke SMP. Selepas SD, Ia pasti berpindah. Entah berpindah menjadi apa~ Entah bekerja, membantu orang tua, bahkan menjadi preman pasar sekalipun, Ia tetap berpindah. Karena pada intinya, pindah adalah meninggalkan sesuatu yang lama menuju sesuatu yang baru. Karena sesuai KBBI, pindah berarti beralih atau bertukar tempat.

Pun dalam suatu stagnasi, setiap kehidupan tetap melakukan perpindahan meski tak disadari. People come and go, another day comes, and another day goes. Semua berjalan, berpindah, meninggalkan sesuatu yang lama, dan menuju sesuatu yang baru.

Namun, kembali lagi kepada setiap individu. Selain pindah, hidup juga merupakan pilihan. Setiap detik adalah sebuah persimpangan. Dan pilihan tersebutlah yang membawa kita untuk berpindah.

Tapi, bagiku, aku tak lantas mengagungkan perpindahan meski itu adalah hakikat kehidupan. Aku tetap ingin melirik spion untuk menengok masa lalu barang sebentar. Karena bagiku, pengalaman yang merupakan sebuah wujud dari masa lalu, adalah guru terbaik yang kumiliki.

Orang datang dan pergi, itu biasa. Hari datang dan pergi, jauh lebih biasa. Hati dan perasaan pun bisa berpindah, karena memang kehidupan adalah perpindahan. Namun, perpindahan tak berarti melupakan, bukan?

IMG-20140428-WA0001

#this random article is inspired by our chat group conversation in WhatsApp application. I really miss the old you, Palu~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s