Sajak Kusam di Tanah Kelam

Inilah sajak kusam di tanah kelam…

Ketika mentari hanya tersenyum masam

Pun rembulan tiada menyinari malam

Pun dian tak menyuntik pelita di kala temaram

 

Inilah sajak kusam di tanah kelam…

Dengan sudut pandang pertama

Namun kau tokoh utamanya

 

Inilah sajak kusam di tanah kelam…

Ketika pelangi terus muram

Ketika hujan terus menggerus malam

Ketika bisikan angin hanya terdiam

 

Karena ini hanyalah sebuah sajak kusam…

Dengan kita yang bermain dalam diorama

Berskenario serba tiba-tiba

 

Karena ini hanyalah sebuah sajak kusam…

Sajak usang dengan cerita lama

Cerita lama yang hanya angan semata

Angan yang tak kunjung jadi nyata

 

Karena ini hanyalah tanah kelam…

Yang penuh tanya tanpa jeda

Yang tak satupun dari kita tahu kelanjutannya

 

Karena ini hanyalah tanah kelam…

Dengan lembaran buram bernama kita

Dengan kita yang semakin menua

Tanpa tahu dermaga terakhirnya

 

Karena inilah sajak kusam di tanah kelam…

Yogyakarta, 15 Maret 2013

Erwita D. Hutami

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s