0

Aku Malu Tak Kenal Pahlawanku

“Jas Merah: Jangan Sampai Melupakan Sejarah” – Ir. Soekarno, proklamator, Presiden Pertama Republik Indonesia

Baru sore tadi, aku mendapat dua buah mention di media sosial twitter dari dua orang berbeda. Mbak Tifa dan Mas Radit. Isinya sih sama memintaku mengisi kuisioner sebuah survey mengenai pandangan remaja dan sikap politik terhadap Pahlawan Nasional. Dilandasi rasa penasaran yang selalu menjadi alasan utamaku dalam menjalankan berbagai aktivitasku, aku buka saja linknya. Kemudian, aku bertemu sebuah kuisioner online via Google Drive.

Aku semakin tertarik ketika melihat bahwa penelitinya sedang sekolah di Inggris. Peneliti keduanya pun seorang penulis buku “Pejuang Perempuan”. Ditambah, ada iming-iming hadiah di akhir kuisioner tentunya dengan syarat utama jika beruntung. Okelah. Aku memulai mengisi kuisionerku. Pertama kali, aku diwajibkan mengisi data-data pribadi yang akhirnya menyadarkanku bahwa di tahun ini tepatnya 4 bulan kurang 1 hari lagi, umurku akan genap 18 tahun. Cukup bisa dianggap dewasa, selain karena aku sudah memegang KTP, SIM, dan mengikuti Pemilu kelak 9 April 2014.

Pertanyaan pertamaku adalah “Apa sih Pahlawan Nasional menurutmu? Siapa yang pantas dianugerahi gelar Pahlawan Nasional?”

Aku memutar otak, menanya hati dan pikiranku. Di sana disebutkan boleh menyebut nama. Namun, kebanyakan nama sudah jelas-jelas dianugerahi Pahlawan Nasional. Jujur, aku sempat bingung, hingga akhirnya aku memutuskan sebuah jawaban yang cukup universal.

Baca lebih lanjut

Iklan
0

Selamat Malam, Saudariku :)

“Mawar keenam: Jadilah seperti pohon kurma yang memiliki kemauan keras dan jauh dari gangguan. Bila ia dilempar dengan batu, ia justru menjatuhkan buahnya yang segar” – Dr. ‘Aidh Bin Abdullah Al-Qarni, M.A dalam bukunya Tips Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia.

Selamat malam, wanita-wanita cantik yang senantiasa tersenyum seberat apapun masalahnya…

Selamat malam, saudari-saudariku yang tetap mengingat-Nya di saat apapun jua…

Jujur saja, kutipan tersebut terdengar sederhana. Sangat sederhana, hingga kepalaku mampu mencernanya dengan sempurna. Buku tersebut bukan milikku pula, melainkan milik Ibuku yang kupinjam dari beliau.

Setiap malam, ketika tiba-tiba aku merasa ada yang tak nyaman dan tak pas dengan perasaanku, aku membaca buku tersebut. Dan buku itu selalu memberikan beberapa baris kata yang membuatku berpikir “oh benar juga ya…” dan akhirnya aku berhenti merasa resah.

Buku tersebut yang secara pelan namun pasti membuatku membuka kalam Ilahi setidaknya sekali sehabis sujudku, setidaknya sekali sehabis waktu Maghribku. Aku tak merasa buku tersebut mendoktrin atau bagaimana. Hanya saja aku merasa “ah iya benar juga…”

Saudari-saudariku yang cantik…

Ada kalanya, bahkan sering sebenarnya aku merasa keadaan seperti itu. Semua prinsip, perkataan, perbuatan yang kulakukan sering dicemooh orang. Bahkan prestasiku pun tak jarang dicaci orang, terutama beberapa teman di sekolah yang tak mungkin kusebutkan di sini.

Mulanya, aku naik pitam. Aku tak terima. Aku merasa mereka merusak kebahagiaan dan kebanggaanku. They disturb my dignity. Namun, setelah aku membaca kutipan tersebut, setidaknya aku mampu menghadapinya dengan senyum…

Aku juga ingin menjadi pohon kurma yang tegar. Manakala batu cacian dan kerikil cemoohan menimpa tubuhku dengan meyakinkan, aku ingin tetap tegak dan tersenyum, dan justru menjatuhkan buah yang segar dan manis. Aku ingin membalas sesuatu yang manis dan menyenangkan kepada mereka yang membenciku, yang mencaciku. Aku sungguh ingin…

Namun, sejujurnya tak banyak buah yang kumiliki. Tak banyak pula keluasan hati yang kumiliki. Sehingga terkadang aku masih ingin balas memaki…

Susah ya jadi perempuan berkualitas tinggi?

Namun, bagaimanapun juga, aku harus mencoba… Kita harus mencoba…

Sebesar apa batu yang dilempar ke kita, sebesar itu pula buah yang coba kita berikan…

Bismillah~

Semoga Allah meridhoi πŸ™‚

0

Hi February!

Hi February!

Today is 1st day on February. 01-02-2014. 2 years after we ended our stupid thing πŸ™‚

I still couldn’t forget and I don’t want to forget the memories, cause the memories always teach me for not falling in the same hole…

And that’s a relieve…

Today… I have my day…

I’ve just done one of my practical exam…

I’ve just tried to control my heartbeat on my school…

I’ve just met someone who really great…

I’ve just danced to heal my wound…

I’ve just done so many great day…

 

That’s why…

I wish everyday on February will be my day πŸ™‚

Amin.