Selamat Malam, Saudariku :)

“Mawar keenam: Jadilah seperti pohon kurma yang memiliki kemauan keras dan jauh dari gangguan. Bila ia dilempar dengan batu, ia justru menjatuhkan buahnya yang segar” – Dr. ‘Aidh Bin Abdullah Al-Qarni, M.A dalam bukunya Tips Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia.

Selamat malam, wanita-wanita cantik yang senantiasa tersenyum seberat apapun masalahnya…

Selamat malam, saudari-saudariku yang tetap mengingat-Nya di saat apapun jua…

Jujur saja, kutipan tersebut terdengar sederhana. Sangat sederhana, hingga kepalaku mampu mencernanya dengan sempurna. Buku tersebut bukan milikku pula, melainkan milik Ibuku yang kupinjam dari beliau.

Setiap malam, ketika tiba-tiba aku merasa ada yang tak nyaman dan tak pas dengan perasaanku, aku membaca buku tersebut. Dan buku itu selalu memberikan beberapa baris kata yang membuatku berpikir “oh benar juga ya…” dan akhirnya aku berhenti merasa resah.

Buku tersebut yang secara pelan namun pasti membuatku membuka kalam Ilahi setidaknya sekali sehabis sujudku, setidaknya sekali sehabis waktu Maghribku. Aku tak merasa buku tersebut mendoktrin atau bagaimana. Hanya saja aku merasa “ah iya benar juga…”

Saudari-saudariku yang cantik…

Ada kalanya, bahkan sering sebenarnya aku merasa keadaan seperti itu. Semua prinsip, perkataan, perbuatan yang kulakukan sering dicemooh orang. Bahkan prestasiku pun tak jarang dicaci orang, terutama beberapa teman di sekolah yang tak mungkin kusebutkan di sini.

Mulanya, aku naik pitam. Aku tak terima. Aku merasa mereka merusak kebahagiaan dan kebanggaanku. They disturb my dignity. Namun, setelah aku membaca kutipan tersebut, setidaknya aku mampu menghadapinya dengan senyum…

Aku juga ingin menjadi pohon kurma yang tegar. Manakala batu cacian dan kerikil cemoohan menimpa tubuhku dengan meyakinkan, aku ingin tetap tegak dan tersenyum, dan justru menjatuhkan buah yang segar dan manis. Aku ingin membalas sesuatu yang manis dan menyenangkan kepada mereka yang membenciku, yang mencaciku. Aku sungguh ingin…

Namun, sejujurnya tak banyak buah yang kumiliki. Tak banyak pula keluasan hati yang kumiliki. Sehingga terkadang aku masih ingin balas memaki…

Susah ya jadi perempuan berkualitas tinggi?

Namun, bagaimanapun juga, aku harus mencoba… Kita harus mencoba…

Sebesar apa batu yang dilempar ke kita, sebesar itu pula buah yang coba kita berikan…

Bismillah~

Semoga Allah meridhoi πŸ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s