0

Misteri Atlantis, Nabi Nuh dan Indonesia.

Atlantis dan Indonesia? Curious? This book is so recomended! I’ve read it too 2 years ago πŸ™‚ Buat ngobatin sedikit penasaran, boleh deh baca dulu reblog-an satu ini… Semoga bermanfaat πŸ™‚ Oh iya, about these eropa-sentris… Horner method in mathematic also invented by a Chinese people on 5th century, but do you know why that method named ‘Horner’, the man who invented it on 1800C? Yeah… That’s “eropa-sentris”

0

Lirik Lagu BTS (Bangtan Boys) – Boy In Luv

Annyeonghaseyo^^

Lamaaaa banget nggak nulis tentang hal-hal yang berhubungan dengan dunia per-korea-an.. Haha.. Okay! Today I’ll share about one of my favorite song, new favorite song, actually. Deliver by a great boyband from South Korea, BTS (Bangtan Boys / Bangtansonyeondan).

Sukses dengan lagunya yang berjudul N.O, No More Dream, dan We Are Bulletproof Pt. 2, BTSΒ comeback di tahun 2014 dengan mengusung tema anak sekolahan di album Skool Luv Affair, dan lagu andalannya yang bakal Wita kasih ke kamu adalah Boy In Luv

1619385_644822792231586_901039545_nThis is BTS! ❀

c8815b65149d49ded91ece1a16853f01-500

Look how cool they in uniform!!

Buat kamu nih yang belom tahu siapa personilnya, ada Rapmonster (dan selanjutnya akan saya panggil Rapmon), V, Jimin, Jin, Suga, JHope, and the last, uri maknae Jungkook. Buat profil masing-masing member, kayaknya dibahas di another post aja ya? Sekarang, Wita mau kasih kamu lirik lagu terbarunya aja… Check this out!

Baca lebih lanjut

0

Surat buat Kakak

Selamat siang, kak, dimana pun kamu berada…

 

Sampai detik ini, aku terus berdoa untuk kebahagiaanmu.Β  Aku terus berdoa agar kau selalu dalam lindungan Tuhan-Mu. Entah, meski aku tak tahu Tuhan-Ku sama atau tidak dengan Tuhan-Mu, aku terus mendoakan yang terbaik untukmu.

Aku mengenalmu sekitar dua tahun yang lalu, namun aku seolah sudah bersahabat denganmu sejak dulu. Kak, apa kamu tahu aku pernah mengirim sepucuk surat buatmu? Dulu? Apa kamu membacanya? Ah, sepertinya bahkan kamu tak tahu aku memiliki blog ini, dan kamu tak pernah tahu tentang apa yang kutulis dulu. Pun surat yang kutulis sekarang, aku tak terlalu berharap kan sampai padamu. Aku hanya iseng-iseng berhadiah, sama seperti saat aku menjawab latihan ujian Fisika kemarin.

Kak, aku ragu. Keraguanku datang bersama dengan pesanmu melalui BlackBerryMessanger-mu di malam itu. Ketika kamu mengganti display picture-mu dengan sketsa wajah seorang perempuan yang kini mengisi hatimu dan menghiasi harimu, entah hatiku sedikit sakit. Aku merasa tersaingi. Aneh ya?

Waktu itu, kamu pun mengirimiku pesan, hingga akhirnya kita bercakap akrab seperti biasa. Aku akhirnya memuji lukisanmu. Indah. Karena kau melukisnya dengan rasa. Iseng, kamu menawariku sketsa yang sama. Iseng, aku menerimanya. Iseng, kamu bertanya kapan ulang tahunku. Iseng, aku pun menjawabnya, 9 Juni. Semuanya serba iseng. Aku meyakinkan hatiku bahwa ini pun sebuah pembicaraan iseng. Kamu tahu, kak, kenapa?

Karena aku sudah menunggumu selama setahun. Ya. Setahun. Menunggu sebuah janjimu di hari yang berhujan itu. Janjimu saat kamu datang ke rumahku dan memberiku setumpuk soal Fisika, dan bertanya tentang persamaan lingkaran dalam Matematika, serta Hukum Hess di ranah Kimia. Kamu tahu, kak? Menunggu itu tidak menyenangkan. Apalagi, kamu lupa dengan janjimu. Itu sedikit menyedihkan.

Pun ketika seseorang datang dan memberiku sebuah lukisan. Sketsa wajahku yang Ia buat tanpa kuminta, aku sungguh bahagia. Tak pernah ada seorang teman yang sebaik itu memberiku lukisan, sesuatu yang Ia buat dengan tangannya sendiri. Aku sengaja memamerkannya padamu, kak. Aku ingin tahu apakah kamu mengingat janjimu? Ternyata tidak. Lagi-lagi, aku diabaikan. Sedih, kak. Bukan kah kamu menganggapku adikmu?

Malam itu pula, ketika kita β€˜iseng’ berbicara tentang hal yang sama untuk yang kedua kalinya, kamu pun menyinggung dia. β€œBukannya udah ada yang nggambarin kamu ya, Dik?” Kamu tahu kak? Hatiku sungguh tak terima. Iya. Memang dia pernah membuatkanku sebuah sketsa wajahku, ketika aku sedang menari. Namun, itu berbeda denganmu, Kak. Entah mengapa sudut hatiku sakit lagi.

Eh, Kak, tapi kamu harus tahu sesuatu. Sakitku kini berbeda dengan setahun yang lalu. Setahun yang lalu, sakitku lebih sakit dari kali ini. Karena aku memiliki suatu rasa yang kutahu takkan sampai. Namun, kini, sakitku berbeda. Rasa sedihku hanya seperti ketika aku memiliki seorang kakak, dan seorang adik, lalu kakakku membagi roti miliknya dengan tak adil, sehingga porsiku lebih sedikit. Kamu paham maksudku, kan, Kak?

Banyak yang berkata dari kakak-adik zone, bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih. Namun, aku tahu, Kak, sangat tahu bahwa bagi kita kakak-adik sudah sangat lebih. Ya. Aku menikmati menjadi adikmu. Bercerita bebas denganmu, kadang mengagumimu tanpa rasa jemu dan malu ketika kamu menggerakkan tubuhmu untuk mengikuti alunan lagu. Aku bahagia menjadi adikmu. Sungguh. Meski aku mendapat porsi roti yang lebih kecil darimu.

Kak, aku berharap kali ini janjimu tak hanya layaknya mie sed*p rasa soto yang kebanyakan koya. Aku berharap janjimu nyata. Eh, tapi, kalau pun kamu lupa, aku tak masalah. Toh, ini semua hanya pembicaraan iseng, kan? Semoga kamu senantiasa berbahagia, kapan saja, dan dimana pun kamu berada.

Tanpa lilin,

Adik

0

Karena Bu Risma

Subhanallah πŸ™‚ Meski ‘belum’ bisa menutupkan kain kerudung ke dada………..

Islam is Fun

Bismillahirrahmanirrahim..

Oke, sebetulnya kontributor sontoloyo ini belum ijin sama empunya blog buat ngisi. Cuman desakan lingkungan *caelah* udah sangat kuat. (1) teman sebaya yang ngojok-ngojokin buat nulis di laman ini lagi; (2) kasus di lapangan *emang mau nulis apaan sampe bawa kasus segala* yang udah menggila, ntar diceritain; (3) abis nonton Mata Najwa edisi Bu Risma sampe meleleh air mata, jadi pengen berjuang bareng semampu yang saya bisa; (4) kemaren kakak kelas ngeshare video dan kayaknya saya nemu benang baru (dari kasus yang ntar saya ceritain) dan penting buat saya tulis ulang supaya bisa saya runut benangnya biar ga kusut dikepala (kepentingan pribadi).

videonya ada disini :

Cukup sekian aja yang bikin saya bulet untuk nulis lagi disini. Dan sebenernya saya rada2 ragu tadi, mau nulis disini atau di blog pribadi, tapi karena nilai yang saya bawa bakal kental banget dengan prinsip hidup, saya pilih disini karena saya memposisikan diri…

Lihat pos aslinya 4.588 kata lagi