Outbond Pertama Bersama Kaca: Sebuah Catatan Perjalanan Singkat

Setelah semalam aku baru bisa terlelap sekitar pukul 23.45, akhirnya aku berhasil bangun pukul 04.30 dengan bantuan alarm di ponselku. Aku segera bersiap karena pukul 06.30 aku harus sudah berada di Joglo KR. Ngapain ya Sabtu pagi buta datang ke KR?

Yap! Hari ini, kaca dan padakacarma berencana untuk outbond di Dusun Grogol, Seyegan, Sleman. Ini adalah outbond pertama bagi angkatanku, angkatan 19. Aku berusaha datang ke Joglo tepat waktu, dan yah kalau telat mungkin hanya sekitar 5-10 menit. Di sana, sebagian besar peserta yang sudah hadir masih menunggu kedatangan bus kedua. Kami menunggu bersama sambil goyang pocky-pocky *oke sejujurnya aku nggak ngerti ini goyang macam apa dan nulisnya bener apa enggak tapi yasudahlah* sampai pada akhirnya bus yang dinanti telah tiba.

Tanpa ba bi bu kami langsung menyerbu dan mencari tempat duduk ternyaman. Aku di dekat pintu depan dan sebelahku adalah Mbak Niken yang ternyata kadang mabuk darat juga, sama sepertiku. Namun, semilir angin membuatku tidak jadi mabuk darat. Aku menikmati perjalananku hingga tiba di desa wisata budaya Grogol.

Di sana, kami sudah disambut oleh jamu beras kencur dan kunir asem sebagai welcome drink, selain itu Mbak Desti dan rombongan dari bus pertama juga sudah menunggu dengan games lainnya bernama β€œKatakan Cinta” *oke aku ragu ini gawe-gaweΒ­nya Mbak Desti* dan alhamdulillah aku lolos terus dari adegan tembak-menembak. Setelah dibuka oleh Ibu Kepala Dukuh Grogol, kami langsung meluncur ke tempat outbond.

Kami membentuk kelompok dengan anggota 14 orang, dan kelompok kami adalah undur-undur. Jadi undur-undur adalah binatang kecil imut nan lucu yang menurut wikipedia adalah sebutan untuk kelompok serangga dari famili Myrmeleontidae dan disebut undur-undur karena kebiasaan larvanya berjalan mundur saat menggali sarang jebakan di tanah. Aku sekelompok dengan Putri, Cecelia, Santi, Kuni, Rayi, Alwan, Anas, Mas Yudho, dan lima orang lagi yang aku lupa namanya *peace bro yang penting aku hafal muka-mukanya* hehe.

Hal yang pertama kali kami mainkan adalah jembatan goyang. Awalnya sih aku mempunyai tanda-tanda bisa melewati jembatan kayu dengan tali bergoyang, namun akhirnya aku gagal. Aku jatuh ke kolam air di bawah jembatan labil itu. Tapi, meskipun gagal di jembatan goyang itu, aku berhasil melewati jaring dengan gemilang tanpa halangan suatu apapun. *tepuk tangan buat diri sendiri* #jones #yasudahlah. Oke ini absurd.

Permainan kedua adalah bermain lumpur. Aku dan beberapa temanku harus merangkak melewati lumpur yang sudah pasti kotor dan hmm sedikit bau. Kami berlomba untuk menyelamatkan air bersih secepat mungkin. Kelompok undur-undur pun dibagi menjadi dua sub-grup untuk saling berlomba. Yah, alhamdulilllah kelompokku menang tapi akhirnya kalah sih di games selanjutnya.

Lanjut ke permainan ketiga adalah main air di kolam besar. Kenapa aku bilang main air? Ya soalnya emang di kolam besar itu kita main air dan melatih kepercayaan pada teman satu team. Selanjutnya adalah hal yang paling menarik dan asyik dan bisa bikin aku teriak-teriak. River tubing. Yeah! Aku membawa ban karet yang super besar, naik-turun agar mencapai bibir sungai, dan setelah itu aku meluncur. Rasanya? Super menyenangkan! Melewati sungai yang bersih dan udara yang sejuk, serta pemandangan yang indah. Subhanallah. Ini adalah pengalaman paling menarik dari outbond kali ini.

Sebagai permainan terakhir, kami harus bisa memindahkan kelengkeng dengan bambu tanpa bantuan tangan. Lagi-lagi kelompokku menang. Begitupun saat kita bermain-entah-apa-namanya yang menggunakan properti terpal, kelompokku menang. Jadi, kelompok satunya dihukum dengan cara nyebur ke kolam besar sambil mengakui kekalahannya. Tapi, dasar merekanya dendam jadilah kita diciprati air dan kita ciprat-cipratan air lagi. Basah lagi? Sudah tentu. Namun, kebahagiaan dan kebersamaannya sangat terasa.

Setelah puas outbond dan berbasah ria, kami bersih diri dan kemudian makan siang. Nasi putih hangat, terancam, tahu, tempe, dan ayam goreng sudah menggoda, sehingga pada akhirnya sesi makan siang pun dibuka. Setelah makan masuklah ke acara inti yaitu serah terima jabatan kepengurusan Padakacarma yang baru yaitu Mbak Ameng sebagai Ketua Umum, Mbak Niken sebagai Ketua I, dan Mbak Desti sebagai Ketua II. Selamaat! *tepuk tangan*

Acara terakhir untuk hari ini adalah pengenalan tentang sejarah dan serba-serbi Desa Wisata Budaya Grogol oleh Mas Danang Cahyo Nugroho. Beliau menyampaikannya dengan sangat menyenangkan dan akrab, sehingga sering pula terlontar jokes yang mencairkan suasana. Dari sini pula, kami mendapat bahan menulis artikel-artikel lain berkenaan dengan outbond dan Desa Wisata Budaya Grogol ini.

Berakhirnya pengenalan tersebut, maka berakhir pula acara outbond Padakacarma dan Kaca kali ini. Tentunya, kami tidak lupa untuk mengabadikannya dalam foto. Perjalanan pulang yang berhias kemacetan pun tak kami hiraukan. Karena, ada rasa bahagia yang menyelimuti hati melebihi apapun. Terima kasih Kaca dan Padakacarma. Terima kasih Mas Agung Purwandono. Terima kasih Desa Wisara Grogol. Terima kasih semuanya! *peluk satu-satu*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s