0

Thank You and Happy Birthday, GERONIMO FM!!

Cerita dimulai ketika hari itu tiba-tiba aku melihat mobil Geronimo di sekolahku. Lalu terdapat beberapa orang yang mampir di kantinnya mas Atang, yang belakangan kuketahui namanya adalah mas Erno dan kak Ula. Aku bertanya pada pak Ketua OSIS si Yudha Puratmaja, “sebenernya mau ada apa sih?”

Katanya sih cuma semacam workshop. Tapi, ternyata mereka datang untuk mencari #IndianMuda WOW! Berawal dari 80% iseng dan 20% memang kepengin merasakan gimana jadi penyiar aku ikut acara itu. Kita ngobrol banyak, sharing, dllsb. Waktu itu yang datang juga ada mas Dani, mbak Ella, dan beberapa yang aku belum tahu namanya. Sudah cukup sore waktu itu, akhirnya aku masuk ke dalam mobil Geronimo dan mencoba take suara.

“106.1 Geronimo the real sounds of Jogja.” jujur ya station id-nya Geronimo aja baru tahu pas hari itu. Di mobil yang membantu recording adalah seseorang berkacamata yang baru kuketahui bernama mas Awan.

Seusai take suara, aku tak berharap banyak. Aku tak terlalu percaya diri untuk terpilih. Sampai pada suatu Senin yang masih teramat dini, aku mendapat sebuah pesan singkat yang intinya mengabarkan bahwa aku lolos tes suara dan sore itu juga harus datang untuk interview ke Geronimo. Ada 5 orang dari sekolahku, Mbak Tifa, Khanza, Nada, Pandu, dan aku tentunya. Aku mendapat beberapa pertanyaan dan sebuah ujian kecil yang menurutku menguji seberapa bisa kah kita multitasking.

Aku masih tak terlalu berharap, karena aku tak terlalu merasa sukses dalam interview kali itu. Namun, lagi-lagi sebuah nomor yang sama memberikan kejutan di tengah malam. Aku lolos interview dan melaju ke tahap training! OH MY GOD! I’ve never imagine about this before! Selasa sorenya aku mulai ‘nggeronimo’ dan ternyata salah satu adik kelasku, Naura Nada juga lolos.

Kebetulan sekali aku dan Nada berada di tim yang sama. Jadi dari 14 besar Calon Indian Muda itu dibagi menjadi 2 tim. Aku mendapat teman-teman baru yaitu Mbak Bella Antika, Ikhsan Bahari, Lisa, dan Nabila Naimi. Sementara, dengan ala sok X-Factor, kami punya mentor yang berbeda dari tim 1. Mentor atau trainer atau yah semacam penanggung jawab kami adalah Mas Dani Arya yang kemudian kami sepakati kami panggil Papi Dani. Untuk tim 1 ada Mbak Ella Arlika yang pada akhirnya kami panggil Mami Ella juga~

Satu Minggu training super gila, super seru, superman banget lah intinya! Aku banyak mendapat ilmu berharga dan pengalaman tak terlupakan. Aku pegang mixer, rekaman suara, belajar nggak medhok, belajar macem-macem. Kantor Geronimo sudah seperti rumah sendiri. Sholat, makan, minum, nonton tv, sampe bener-bener ngadep mixer, latihan ngomong, dllsb.

Asyik? Iya. Pake banget! Banyak hal super unyu dan menyenangkan yang terjadi. Pulang jam 10 malem pun rasa-rasanya biasa. Capek iya, tapi rasa senang mengalahkan semuanya. Semuanya berjalan menyenangkan. Sampai training test kemarin Selasa pun tak ada rasa seperti “ah gue harus menang dari ini, ah si itu nggak boleh menang, dllsb.” Bahkan doa kita sama yaitu “Semoga kita semua lolos jadi Indian Muda!” Semua sudah seperti keluarga, bahkan kita juga akrab loh sama anak-anaknya Mami Ella :3

Malam tadi pun Geronimo kembali memberikan kejutan. Jadi ceritanya dari jam 10 malem aku udah stay tune Geronimo. Terus aku ketiduran gitu~ Dan ketika aku bangun sekitar jam 3 pagi, ada satu sms dari temanku si Ugik berbunyi “Witaaak congrats ya :*” Aku langsung check twitter dan ada 1 mention dari Mami Ella. YA ALLAH. Aku speechless beneran. Aku… Sekarang… Indian… Muda. Big hug + big thanks to Geronimo :* And mari kita berjuang bersama #tsaah #IndianMuda Geronimo’13 Lisa, Angga, Zepin, dan Kiki πŸ™‚

Jadi, hampir seperti postingan-postingan sebelumnya. Aku benar-benar berterimakasih pada Geronimo FM. Pada Ikhsan si kakak pertama. Pada mbak Bella si kakak kedua yang selalu ceria dan ketawa nggak ada habis-habisnya. Pada Naura Nada seveners senasib seperjuangan. Pada Nabila yang suaranya lembut gak kira-kira. Pada Lisa si adik kecil yang polos tiada tara. Pada Paps Dani Arya, papi batmannya (baca: papi kalong alias kelelawar._.) tim 2, papi yang selalu memotivasi, papi yang mentransferkan ilmu kanuragannya pada kita #apadeh ._. Terima Kasih TIM 2 aku cinta kalian semua!!

Terima kasih juga Mami Ella Arlika beserta tim 1-nya. Leni, Angga, Gilang, Kiki, Zepin, Cinthya, dan mbak Ninda (eh maaf ya kalo salah nulis nama ._.v). Terima kasih juga buat Haya, adik kecilnya mami Ella yang senantiasa meramaikan Geronimo. Terima kasih Kak Ula Bone, Indian Muda 2012 yang syupeer canteks #alay ._. yang bersedia membagi cerita juga pada kita. Makasih buat penyiar-penyiar Geronimo yang banyak sekali memberikan masukan dan ilmunya padaku dan semuanya. Mbak Gaby, Mbak Lian Aprilia, Mas Eman Aditya, Mas Awan Narendra, Mas Awang, Mas Erno yang cerita panjang lebar tentang lockstock 2 dan semuanyaa yang tak tersebutkan. Oh iya. Makasih juga Mbak Dini Yunita atas tanda tangannya πŸ™‚

Terima kasih buat Geronimo!
Happy birthday #Geronimo42 πŸ™‚
Semakin jaya mengudara dan setia menemani kancamuda!
Really love Jogja and You :*

Iklan
0

The Couple Outstanding Days!

Life is so unpredictable!
Agaknya itu lah hal yang paling tepat untukku. Benar-benar tak bisa diduga, tak bisa dikira. Aku memiliki dua hari yang luar biasa!

Kemarin Minggu, 19 Mei 2013 adalah hari dimana aku pertama kalinya pentas Tari Srimpi Pandelori. Sekaligus pertama kali pula aku pentas di Bangsal Srimanganti, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Hal ini sangaaat amaaaat membuatku gugup. Apalagi aku menari karena dipilih oleh pemucal (pengajar) tari di Kraton.

Deg-degan banget. Apalagi aku pentas dengan penari-penari senior. Alhamdulillah aku bisa. Setidaknya bisa menghafal tarian yang sama sekali belum pernah kujamah. Meskipun ada beberapa kesalahan, aku justru bersyukur. Setidaknya aku tahu dimana kesalahanku dan memperbaikinya di kemudian hari.

image

image

image

Tadi pagi. Sekitar jam 1 aku mendapat sms yang…. Unbearable. Tapi it’s so great for me πŸ˜€ Mau tahu? Ini dia:

” Selamat,kamu masuk babak selanjutnya untuk Indian Muda GeronimoFM yaitu sesi Interview.
Datang ke studio GeronimoFM jln.Gayam no.24 yk pada hari senin 20 mei pada jam 3 sore dgn menunjukan sms ini.
Cukup bawa saja serta siapkan diri kamu untuk melalui tahap selanjutnya dan jadilah bagian dari kita.”

How?
Sore tadi akhirnya aku ke Geronimo. Asik sihh. Just pray and wish! Kalo ini memang jatahku, Tuhan pasti kasih buat aku πŸ™‚

Oyasumi nasai, miina san

0

For My Second Mom and Dad at School :”)

“Erwita, setiap kali engkau mendpt prestasi, jangan lupa peluk dan terimakasih pada Ibumu, krn doa beliauΒ  yg menguatkan perjuanganmu.” – Ibu Dra. Reni Herawati, M. Pd. B.I

Aku biasa memanggil beliau mom Reni. Beliau adalah kepala sekolahku, SMA Negeri 7 Yogyakarta. Sedikit spesial, beliau mengajar mapel Bahasa Inggris di kelasku.

Entah mengapa, mom Reni hafal sekali denganku. Mom Reni juga mengerti sekali bagaimana keadaanku dan keluargaku. Mom Reni sangat tahu bahwa aku hanya dibesarkan oleh Ibuku.

Tadi itu adalah sebuah pesan sms yang mom Reni kirim untukku. Pesan itu kudapatkan ketika aku bersama Tatak dan Sugiati baru saja berhasil menjadi juara 1 LCC Bahasa Jawa tingkat SMA se-DIY.

Sejujurnya, mom Reni hanyalah satu contoh. Hanya satu dari sekian banyak guru yang sayang padaku dan guru yang kusayangi. Masih ada Bu Hindun dan Bu Puji, guru Agama dan Kimia yg keduanya pernah dan sedang menjadi wali kelasku… Pak Pardjo yg dulu waktu kelas X pernah menghiburku…

Belum lagi Bu Nur, Bu Munawaroh, Pak Hanung, Pak Harno, Eva Sensei, Bu Retno, Bu Yunita, Bu Agri, Bu Ratmitun, Bu Ariswati, Pak Budi, Bu Yulia, Bu Budi. Mom Thea, Bu Rahayu, Pak Diro, Bu Erna dan semua yang tak bisa kusebutkan satu persatu. Beliau-beliau ini yang berjasa mentransferkan ilmunya padaku. Beliau-beliau pula yang membuatku nyaman menuntut ilmu.

Beliau-beliau ini yang baik secara sadar maupun tidak membuatku menikmati rumah keduaku, kampus SMAN 7 Yogyakarta. Beliau-beliau ini yang aku yakin sangat menyayangiku, sangat menyayangi kami semua. Seperti halnya aku dan semua seveners menyayangi semua bapak dan ibu guru :’)

Dan lagi-lagi, sebagai seorang murid… Sebagai anak didik… Sebagai putri bapak dan ibu di sekolah…

Aku hanya bisa berterima kasih.
Terima kasih atas semua ilmu, pendidikan, perhatian…
Terima kasih atas semua kesabaran…
Terima kasih karena membuatku merasa tak hidup sendiri di dunia ini…
Terima kasih untuk menghilangkan mood buruk yang kadang melandaku di kelas…
Terima kasih untuk semua cinta, pengorbanan, dan pengabdian tulus bapak dan ibu sekalian…
Dan… Maaf.
Maaf bila aku dan teman-teman belum bisa menjadi seperti yg diharapkan…

Semoga bapak dan ibu sehat selalu.
Semoga menjadi amal jariyah bapak ibu semuanya.
Thanks for everything…
We love you :”)