Katanya: “Sini Aku Aja yang Ngerjain”

Welcome back to Palu Edition! Kemarin kita sudah bicara tentang Tasha dan Tatak. Sekarang, aku ingin menceritakan satu karakter lagi. Bismillah doain aja, semoga 24 karakter teman sekelas bisa tertulis disini. Amin. Penasaran siapa? Simak selanjutnya…

Dia perempuan yang sering dipanggil adik, tapi dia tampak dewasa. Dia tidak pernah datang terlambat sekalipun, dan di setiap pagi Ia selalu datang sembari tersenyum. Setiap hari aku selalu melihatnya menggendong tas besar yang entah isinya apa saja. Bahkan terkadang dia membawa tas tambahan berisi beberapa buku paket.

Dia seperti doraemon dengan kantong ajaibnya. Apa saja yang kau butuhkan, bisa kau dapatkan dengan meminjam darinya. Bolpoin? Banyak. Pensil? Penghapus? Tipe-X? Ada! Gunting? Bawa. Lem, staples, penggaris, jangka, busur. Semua ada. Kertas label? Tak perlu ditanya.

Kadang, aku membutuhkan kalender pendidikan, dan Ia selalu membawanya. Kadang kertas lembar soal atau lembar tugas beberapa mata pelajaran milikku hilang atau tertinggal, namun Ia selalu menyimpannya rapi dalam mapnya. Ia selalu membawanya ke sekolah, dan pada akhirnya aku sering meminjamnya untuk aku fotokopi.

Bicara soal catatan, aku yakin catatannya adalah yang paling rapi di kelas ini. Ia yang menginspirasi kami untuk mencatat asal-asalan di notes dan memindahkannya dengan rapi di buku catatan. Ia juga memiliki sebuah notes khusus berisi catatan tugas atau PR.

Gadis kelahiran 1997 ini juga aktif di kegiatan sekolah. Dia memang seperti aku, tidak tergabung dalam OSIS. Namun dia aktif di kegiatan PMR JRC 167. Ia juga bukan anggota peleton inti, namun Ia senang sekali mengenakan sepatu pantovel. Menurutku, dia cocok mengenakannya. Aura disiplin dari dalam dirinya semakin terpancar!

Tugas-tugasnya selalu selesai nomor satu, dan selalu menjadi yang paling rapi. Gadis berbehel dan berkacamata ini selalu duduk di depan. Beruntunglah mereka yang mendapat jatah satu kelompok dengannya. Bahkan tanpa kau berkata-kata apapun, dia sudah akan mengatakan, “Sini aku aja yang ngerjain ppt-nya…”

Dia pernah sakit untuk beberapa waktu, dan kelas benar-benar kehilangan satu nyawa. Tanpanya kelas serasa berbeda. Seperti ada dementor yang datang dan kita semua lupa dengan mantra patronus kita #lebay. Haha. Tapi, meskipun dia anak yang sangat rajin, dia pernah sekali membolos denganku. Waktu itu kita males banget ikutan PWK Statistika. Berhubung hari itu H-2 Donor Darah dan dia panitia, maka Ia bolos Statistika namun mengerjakan berbagai hal tentang donda. Sebenarnya, aku bukan panitia, tapi karena aku males juga makanya bantuin dia. Hehe. And this is first time, dia tidak mengikuti hal seperti itu.

Satu hal yang sangat aku suka dan sangat memotivasi adalah Ia benci nyontek dan benci orang nyontek. Dulu aku sempat menjadi anak nyontek, namun sejak aku mengenalnya aku jadi berusaha untuk jujur dan say no cheating! Dia pernah bilang begini, “Nggondok nggak sih ngeliat anak yang nyontek apa ngepek gitu dapet nilai lebih bagus dari kita?” Yes, I agree with you sista!!

Dia bisa diajak curhat, bisa diajak bercanda, bisa diajak gila-gilaan, seru-seruan. Tapi, ketika suasana serius, ketika keadaan penting, dia akan menjadi seperti apa yang seharusnya. Serius, diam, memperhatikan. Mungkin sepintas dia terlihat kaku dan sedikit galak karena aura kedisiplinannya. But I like her style. Simple, rapi, dan selalu tertib. Dia adalah Firda Fitri Annisa.

 

@erwitaDhutami

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s