Salahkah?

Rintik hujan sudah menjelma menjadi tirai-tirai yang nampak lebat. Kamera digital warna hitamku masih terus kubolak balik. Nyala mati nyala mati. Aku melihat foto-foto disana diselingi dengan melihat ke layar notebook putihku. Semua ingatan, bayangan, berkelebat begitu saja. Aku… kangen… kamu…

Pertama bertemu disana kita diam tak saling menyapa. Namun, dibalik punggungmu, aku sudah mengira kau anak yang mudah bergaul. Aku tak salah. Sebelum adzan Dzuhur datang kau sudah menyapaku. Aku menatapmu seolah tak asing. Entah dari segi mana, kau mirip seseorang-entah-siapa. Kau mengajakku mengobrol banyak hal, meski itu baru pertama kali kita bertemu…

Dugaanku lagi-lagi benar, kau memang pantas menjadi pemimpin. Kau seperti—apa ya—sesuatu yang bisa menyatukan aku dan semua teman disini. You’re like a boss dude! Beberapa hari disaat kita masih terus bertemu, kau semakin menunjukkan sikap charming yang kau punya. Kau benar-benar mengingatkanku pada seseorang, apalagi dengan bingkai segi-empat di matamu.

Hari Minggu itu kita terjebak di sebuah acara yang menyenangkan, dimana kelompokmu dan kelompokku selalu menjadi rival di setiap pos. Aku masih ingat wajahmu ketika menertawakan aku yang mabuk darat karena jalanan yang berliku. Aku masih ingat ketika kita selalu berlomba di setiap posnya. Aku ingat ketika kau dan aku berjalan perlahan penuh kehati-hatian di jalan setapak yang mirip hutan—atau mungkin memang benar-benar hutan.

Aku masih ingat, sepanjang perjalanan kita ngobrol panjang. Kita membicarakan apa saja yang bisa dibicarakan. Mulai dari hobimu, hobiku, sekolahmu, sekolahku, semuanya, apa saja yang bisa dibicarakan. Aku asyik dengan pembicaraan ini, and so does you. Kau yang menolongku saat aku butuh bantuan. Kau yang sebentar-sebentar menengok ke belakang untuk memastikan teman yang lain juga berjalan dibelakangmu. Kadang, kau memperlambat langkahmu untuk mempersilahkan yang lain terlebih dahulu.

Tibalah di atas jembatan itu. Rapling. Ini adalah first experience buatku, dan katamu ini juga yang pertama buatmu. Sembari menanti giliran aku dan kau berbincang lagi. Aku duduk di atas jembatan, dengan kaki kugantungkan dan aku hanya berpegang ke pembatas yang 50% rusak. Kau juga duduk di sebelahku. Lagi-lagi kita berbincang tentang apa saja. Dari hobi, keluarga, agama, sekolah, melantur ke politik, dan kemana saja… Banyak yang berusaha bergabung dalam obrolan seru kita. Namun, agaknya aku terlalu nyaman denganmu. Ingat kah?

Saat giliran rapling tiba, kau menyuruhku duluan. Aku turun dan menggantung di udara. Rasanya? Bebas, lepas, luas, like I’m flying as good as a bird! Kau juga menyemangatiku untuk tidak takut meski ini baru pertama kalinya aku rapling. Kau turun setelahku, dan berbagi rasa lepas dan lega yang sama. And I remember all of your body language. Your smile, every move you make, everything.

Kita mendaki jalanan berbatu yang sama. Kau selalu men-support dengan kata-katamu “Wita ayo. Wita pasti bisa. Wita pasti kuat. Dikit lagi kok.” Dan saat turunan yang cukup licin, ketika aku hampir terjatuh, kau juga yang memegangku, menolongku untuk berdiri. Ketika sampai di bawah pun, kau yang paling tahu kalau aku malas ciprat-cipratan air… Tidak seperti lainnya yang terus berusaha mencipratkan air ke tubuhku. Did you know? I can’t forget it all.

Oh ya. Ingatkah kau ketika kita hunting foto bersama di seputaran Jogja? Aku masih ingat, ketika itu kau menjemputku di gerbang sekolah dan itu langsung menyisakan tatapan penuh tanya dari kawan-kawanku. Kau yang memaksaku untuk pulang dan ganti baju terlebih dahulu. Aku ingat kau yang tak punya malu karena berfoto di tengah jalan. Aku sampai menunggumu dipinggir dan tak mau ikut-ikut saking malunya.

Sepanjang jalan kita membicarakan banyak hal juga. Termasuk pacarmu. Ya, aku tahu kau punya pacar. Biasa saja, karena aku memang terlanjur nyaman sebagai sahabat. Rasanya kau lah yang paling connect ketika aku curhat apa saja. Aku juga curhat tentang dia, seseorang-yang-tidak-perlu-disebut-namanya. Kau mendengarkannya begitu saja. Aku senang ada yang mendengar dan menanggapi ceritaku. Kau mirip dua kakakku yang dijadikan satu!

Hari itu juga, aku pulang cukup malam dengan teman yang baru yaitu kau. Aku juga ingat betapa ribetnya waktu kau memaksa harus mendapat foto odong-odong alkid yang bertuliskan Jogja. Aku ingat betapa aku harus bersusah payah mengambil gambarnya sementara kau didepan mengendarai sepeda motor pelan-pelan.

Dan ketika suatu malam aku kesepian… Tanpa sebutir pesan pun dari seseorang-yang-tidak-perlu-disebut-namanya ketika aku nun jauh di seberang pulau sana. Hanya kau yang menemaniku bertukar berita. Bahkan, ketika pulsa sms-mu habis, kau relakan pulsamu yang lain untuk menelponku. Hanya untuk bilang “maaf pulsa smsku habis” dan sedikit mengobrol hingga akhirnya kau katakan “yaudah Wita selamat malam, selamat tidur ya Wita…”

Aku masih ingat semuanya. Hanya kau yang tak bosan mendengar curhatanku tentang si-dia yang nggak ada jelas-jelasnya. Entah kenapa aku juga hanya merasa nyaman bercerita denganmu, tidak dengan lainnya. Ingat ketika kau setuju bahwa kita ‘best friend’ kah? Bahkan, hanya kau, orang yang langsung menelponku sesaat setelah aku mengirim sms padamu yang berisi kabar aku juara tari.

Aku juga masih ingat kau beberapa waktu ke rumahku. Kau memberikan film itu, memintaku mengajari Matematika sambil memberiku soal Fisika untuk belajar. Hujan-hujan pun kau masih sempat ke rumahku untuk memenuhi kata-katamu. Dan aku masih ingat janjimu untuk membuatkanku sesuatu made by yourself…

And… Now… If I miss you, am I wrong? I don’t know where you are. Oke sih mungkin bukan hakku buat gitu, tapi ya… Did you know? Aku kangen curhat lagi sama kamu. Aku kangen hunting foto lagi. Aku kangen obrolan ngalor ngidul kita di atas jembatan itu. Salahkah kalau aku kangen kamu?

 

Yogyakarta, 20 Januari 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s