Mimpi? Eh, Kenangan!

Malam ini… Tepat lima hari setelah kepulanganku dari pulau yang berbeda. Sudah hampir seminggu ini kita tak bertukar pesan semanis dulu. Hanya satu dua yang singkat dan penting. Sudah-itu-saja! Sedikit membuatku frustasi memang… Akhir – akhir ini pun aku sering refleks memegang ponsel, dan menghela nafas kecewa saat tiada namamu yang tertera, melainkan hanya XL AXIATA semata…


Siang tadi, ada pelantikan tonti di sekolah. Tiba – tiba aku teringat begitu saja tentangmu. Aku ingat segala tatapanmu yang sok-menghindar ketika Pelantikan Anggota Baru (PAB) angkatanku dulu, karena kau tak kuasa menatapku dengan muka sengak. Malam ini, disela nyeri yang kurasa di sekitar punggung dan kakiku, aku mendapati nyeri di sudut hatiku. Nyeri yang membuat kedua mataku tak kuasa membendung titik – titik air…

Malam ini, aku teringat suatu kejadian. Kejadian hari Selasa, dua minggu yang lalu. Selasa dengan tiga puluh menit terindah di hidupku. Selasa yang kini amat kurindukan. Selasa yang benar – benar tak terlupakan, karena ada tiga puluh menit terindah dalam hidupku di sana…

Titik – titik air ini semakin tak bisa terbendung. Nyeri di hatiku pun semakin terasa. Ketika aku teringat segala sesuatu tentangmu. Tentang semua tatapanmu. Segala perlakuan manismu. Sentuhanmu yang menenangkanku. S-E-M-U-A-N-Y-A! Hatiku miris, dan nampaknya sudah jauh menangis sebelum kedua mataku ini.

Tiba – tiba semua kenangan manis akhir – akhir ini terputar cepat bagai rekaman yang terputar ulang. Aku merasa semuanya seakan angin lalu. Semuanya seakan hanya mimpi di siang bolong. Hanya bunga tidur dikala siang benderang. Semua canda tawa kita yang baru saja mencair dari kebekuan harus kubekukan lagi. Senyum renyahmu yang baru saja ditujukan padaku, harus kumentahkan begitu saja.

Apa ini semua hanya mimpi? Tiga puluh menit terindahku itu, apakah hanya mimpi juga? Apakah ketika aku melihat punggungmu membelakangiku itu hanya mimpi juga? Bermimpikah aku? Juga setiap tulisan – tulisan yang kubuat tentangmu… Bermimpikah aku?

Namun, aku tersadar bahwa ini bukan mimpi. Semuanya benar terjadi. Memang, hanya semuanya bagai baru kemarin terjadi, dan aku harus menguburnya lagi. Memang semua hanya bagaikan mimpi, dan kini aku harus bangun lagi. Bangun ke dunia nyataku yang sendiri…

November ini… Segalanya cepat berganti. Aku berganti, dari siswa Yogyakarta biasa menjadi sedikit istimewa dengan predikat ‘pertukaran pelajar’ yang kupunya. Pun kisah kita berganti secepat kilat. Kecanggungan dan segala kebekuan yang mulai mencair, harus kubekukan lagi. Dan semuanya terjadi dalam 30 hari saja…

Semua yang kau dan aku lewati, sudah menjadi kenangan diantara kita. Meski sejujurnya, aku tak ingin semuanya berlalu secepat ini. Ini bukan mimpi, inilah kenangan berharga yang kau dan aku punya. Kali ini, biarlah semua cerita mengalir sesuai kelokannya. Bila aku harus membelok ke timur, dan kau harus membelok ke barat, biarlah saja… Aku dan semoga juga kau berharap, semoga kelak kita kan bertemu di selatan, atau utara. Semoga kita bermuara di tempat yang sama, semoga Tuhan memang menakdirkan kita bersama…

Aku harus bisa bersabar, dan saling mengikhlaskan. Sembari berdoa semoga perahu – perahu bermuatan kisah kita ini kan menyatu di sebuah dermaga yang sama. Yang terpenting, terima kasih atas segalanya… Segalanya hingga detik ini…

Remember…

‘The love we take equal than the love we make’ ~The Beatles

Yogyakarta, 25 November 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s