My First Duet Cerpen!

Mengikis Senja

            Gelap. Semuanya gelap. Aku hanya melihat setitik pelita kecil, menari – nari di gelapnya lazuardi. Rambutnya panjang terurai, berkilau keemasan. Senyumnya menghangatkan dadaku yang sepertinya hampir mati kedinginan. Merasa sepi, sunyi, dan sendiri, merasakan ketakutkan yang mencengkeram. Haruskah aku seperti ini? Terlampau sakit!

            Aku telah jatuh. Dan aku merasa gagal untuk kembali berdiri. Kenangan itu kembali menghampiriku dan mengejekku! Kilau rambut dan senyuman renyah sang pelita menguak kembali tabir kerinduanku akan suatu hal yang telah lama kukubur dalam – dalam. Hal yang lama telah pergi…

            Seharusnya, sekarang kau disini bersamaku. Kau tahu? Aku membutuhkan bahumu untuk bersandar, saat aku lelah dengan kesibukanku, saat aku jatuh dan menangis. Seperti dahulu, kau menyambutku dengan lenganmu, dan bahumu bersiap untuk menahan kepalaku. Tapi, itu dulu saat kau masih disini.

            Hah! Pemilik senyum manis itu menyapaku, kini. Dia nampak ingin mengenalku lebih jauh. Jemarinya terulur, menjabat tanganku yang banyak menyimpan kenangan mengerikan. Awalnya aku ragu. Namun, tak urung aku menyambut uluran tangannya. Aku tersenyum—senyum pertama sejak kepergianmu—karena kasihan sekaligus terpesona melihatnya.

            Sebenarnya, di dalam lubuk hatiku, aku ingin memilikimu LAGI. Andaikan hari itu bisa aku hentikan. Mungkin sampai sekarang kita masih bersama, kau masih disisiku. Ingat kenapa kita berpisah? Karena kita tak bisa menjaga milik kita yang sangat berharga, hati kita.

            Tapi, lagi – lagi aku tersenyum. Sepertinya aku harus memulai sesuatu yang baru. Dengan Pelita-ku, seorang yang mampu membuat hatiku kembali hangat, dadaku kembali membuncah oleh perasaan – perasaan aneh itu. Nampaknya, aku harus mulai mengikis kenangan kita di kala lembayung menitahkan semburat jingganya pada kanvas langit. Mengikis segala tentangmu, tentang keindahan ragawi dari senja yang menitis padamu. Oh, ini kah yang sering orang sebut dengan ‘move on’?

            Namun, kenangan denganmu yang dulu itu sering kembali menghampiriku dalam setiap lamunanku. Maaf, namun kau sering membajak ingatanku dan menebarkan segala ingatan manis yang telah coba kukunci rapat. Sering aku menyemangati diriku sendiri dengan “bahagia itu simpel” karena kau masih dapat aku jumpai di sela – sela senja.

            Ah! Aku terheran dengan hati dan otak yang tak dapat kusinkronkan! Semua yang ada dalam diriku kontradiksi. Aku bahkan tak mampu membedakan rasa dan karsaku, dan untuk siapa ini semua! Aku menelungkupkan wajahku. Ini semua membuatku frustasi!

            Namun, tak urung aku tersenyum lagi. Ada beberapa baris kata yang tak sempat kusampaikan. Terimakasih untuk kemurah hatian yan kau berikan selama kita bersama. Banyak pelajaran kehidupan yang tak aku dapatkan di kelas. Kau lah alasanku untuk tetap bisa tersenyum lagi dan bersemangat sampai sekarang.

            “Rei! Reika!” seru seseorang dari kejauhan, dan ternyata dialah Meyta, sahabatku…

            “Kenapa, Mey?”

            “Kau… Melamun lagi?”

            “Hmm…” Aku bergumam singkat.

            “Sampai kapan kau akan seperti ini?”

            “Hmm… Entah…” dan Meyta memelukku. Kurasakan setitik gerimis turun dari kedua matanya yang bulat bening, dan mulai membasahi bahuku.

            Aku termenung lama. Melihat sahabatku menangisiku. Ternyata, aku harus berubah. Aku harus berpindah menjadi pribadi baru. Aku harus mengenyahkan Pelita atau kau yang memang telah lama hilang. Aku harus mengenyahkan kalian, kekasih imajinerku… Demi Meyta yang nyata di sampingku.

Yogyakarta, 2 Oktober 2012

Written by Erwita Danu Gondohutami and Mukhoirotul Khomsah

In XI IPA 3 Class, SMAN 7 Yogyakarta

#cerita kolaborasi pertama yang kubuat dengan sangat geje disela – sela pelajaran Biologi yang membosankan dan membuatku ingin tidur…

Iklan

2 thoughts on “My First Duet Cerpen!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s